Prabowo Kesal Harga Nikel Didikte Asing: Daripada Jual Murah, Biar Saja Tetap di Bawah Tanah!

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Jakarta, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluapkan kekesalannya terkait penentuan harga komoditas strategis nasional, khususnya nikel, yang selama ini dikendalikan oleh kekuatan pasar luar negeri. Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi tunduk pada dikte harga asing dan harus memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan nilai kekayaan alamnya sendiri.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat mencetak sejarah baru sebagai presiden pertama yang memaparkan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Di hadapan para wakil rakyat, ia langsung menginstruksikan jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk segera merumuskan patokan harga mandiri untuk seluruh hasil bumi nusantara.

“Kenapa nikel kita ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh. Saya instruksikan kabinet saya rumuskan harga nikel, harga emas. Harga semua tambang kita. Harga semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri,” tegas Prabowo dari atas mimbar.

Saking geramnya dengan praktik jual murah yang selama ini merugikan kas negara, Prabowo melontarkan ultimatum bahwa pemerintah lebih memilih untuk menahan ekspor jika negara-negara pembeli enggan menyepakati harga wajar yang dipatok oleh Indonesia. “Kalau mereka enggak mau beli ya gapapa, biar aja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti. Daripada kita jual murah,” ujarnya.

Selain menyoroti isu kedaulatan komoditas, pidato bersejarah yang digelar di tengah dinamika pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini juga membeberkan kerangka besar proyeksi ekonomi tahun depan. Pemerintah mematok target ambisius untuk pertumbuhan ekonomi di rentang 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027, dengan tingkat inflasi yang dijaga ketat pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas mata uang nasional di tengah ketidakpastian global. Nilai tukar rupiah ditargetkan berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa strategi fiskal dan moneter negara harus dirancang secara tangguh agar mampu menahan guncangan eksternal dan menjaga nilai tukar tetap stabil terhadap mata uang dunia.

Terkait postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, pemerintah membidik pendapatan negara menyentuh level 11,82 hingga 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, alokasi belanja negara diproyeksikan berada di kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB. Untuk menjaga kesehatan fiskal, pelebaran defisit anggaran akan dikunci ketat pada rentang 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB. Prabowo menutup laporannya dengan komitmen penuh bahwa pemerintah akan terus berjuang menekan dan memperkecil defisit demi ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan.