Prabowo Lantik Dony Oskaria sebagai Kepala BP BUMN

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) di Istana Kepresidenan, Rabu (8/10/2025). Pelantikan ini terjadi setelah DPR dan pemerintah mengesahkan revisi keempat UU Badan Usaha Milik Negara pada 2 Oktober 2025 yang mengubah nomenklatur Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN.

Dengan pengangkatan ini, Dony akan merangkap jabatan sebagai Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara. Istana berharap Dony dapat mempercepat proses pembenahan BUMN yang saat ini tengah berjalan, serta melanjutkan upaya reformasi yang telah dimulai kementerian sebelumnya.

Sebelumnya Dony pernah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri BUMN menyusul pengangkatan Erick Thohir menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga pada 17 September 2025. Ia juga sempat menjabat Wakil Menteri BUMN dalam Kabinet Merah Putih Prabowo–Gibran, berbagi tugas dengan Kartika Wirjoatmodjo dan Aminuddin Ma’ruf dalam mendampingi Erick Thohir.

Dony memulai karier di sektor perbankan, bermula sebagai staf call center di Bank Universal hingga mencapai posisi Managing Director di Bank Mega, sebelum mengemban sejumlah posisi di korporasi dan BUMN. Ia pernah menjabat Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), anggota dewan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., serta anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

Selain kiprahnya di lingkup BUMN dan perbankan, Dony tercatat memiliki pengalaman di sektor swasta dan hiburan: pernah menjadi CEO di beberapa unit bisnis milik Chairul Tanjung (CT Corp) seperti Trans Studio Bandung, menjabat komisaris Citilink, serta terlibat dalam RANS Entertainment—di mana namanya disebut sebagai salah satu pihak yang berhubungan dengan pendiri lainnya termasuk Kaesang Pangarep.

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2023 mencatat total kekayaan Dony sebesar Rp29,88 miliar. Perincian yang dilaporkan meliputi tanah dan bangunan senilai sekitar Rp19,81 miliar (beberapa aset tersebar di Jakarta Selatan dan Padang), alat transportasi dan mesin Rp2,77 miliar, surat berharga tercatat Rp17,62 miliar, harta bergerak lain Rp840 juta, serta kas dan setara kas Rp5,62 miliar. Di sisi lain, Dony melaporkan total utang sebesar Rp16,79 miliar pada 2023.

Penunjukan Dony menandai fase transisi pengelolaan pelat merah dari bentuk kementerian ke badan pengatur, yang diharapkan pemerintah mampu menghadirkan tata kelola BUMN yang lebih terfokus dan akuntabel. Dengan latar belakang korporasi dan pengalaman di berbagai jabatan publik, tugas utama Dony ke depan adalah memimpin implementasi perubahan nomenklatur tersebut sekaligus menuntaskan agenda reformasi dan pembenahan BUMN sesuai arahan presiden.