Prabowo Pamer Kinerja Ekonomi: Danantara Tumbuh 4 Kali Lipat, Hemat Anggaran Rp300 Triliun

Presiden Prabowo Subianto/Ekon

Presiden Prabowo Subianto membeberkan sejumlah capaian ekonomi signifikan di tahun pertama pemerintahannya. Salah satu sorotan utamanya adalah lonjakan kinerja lembaga pengelola investasi, Danantara, yang diklaim tumbuh empat kali lipat dibandingkan tahun 2024.

Selain itu, pemerintah juga berhasil melakukan penghematan anggaran negara hingga Rp300 triliun melalui pemangkasan pos-pos belanja yang tidak produktif.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (13/2) dan dikutip Minggu (15/2).

“Saya dapat laporan sementara, hasil daripada efisiensi Saudara, reformasi Saudara sudah melahirkan hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar,” ungkap Prabowo.

Pangkas Biaya Seminar dan Perjalanan Dinas

Prabowo menjelaskan, efisiensi Rp300 triliun didapat dari pemotongan anggaran perjalanan dinas luar negeri, kegiatan seremonial, hingga seminar dan kajian yang berlebihan. Dana hasil penghematan ini kemudian dialihkan (re-focusing) ke program produktif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Negara menegaskan agar jajarannya berhenti berwacana dan fokus pada eksekusi masalah di lapangan.

“Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak. Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa,” tegasnya.

Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan laporan dari para kepala daerah (Gubernur dan Bupati) mengenai dampak nyata kebijakan pusat di daerah. Indikator sosial ekonomi menunjukkan perbaikan yang konsisten.

Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 8,25 persen. Ketimpangan atau rasio gini juga membaik di level 0,363. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditekan hingga angka 4,7 persen, dengan penyerapan tenaga kerja baru mencapai 2,71 juta orang sepanjang tahun 2025.

“Para kepala daerah melaporkan di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun. Mereka sudah merasakan pengangguran terbuka menurun dan jumlah orang bekerja meningkat,” jelas Prabowo.

Dikonfirmasi APINDO

Perbaikan ekonomi ini, menurut Prabowo, juga dirasakan oleh sektor swasta. Ia mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang melaporkan adanya kenaikan konsumsi rumah tangga pada awal tahun ini.

“Beberapa hari lalu saya ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan. Rombongan Apindo datang ke saya, mereka melaporkan bahwa bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat,” pungkasnya.