Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia di sektor jasa keuangan dan investasi global. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan percepatan dilakukan setelah landasan hukum pembentukan IIFC mendapat persetujuan DPR.
“Rencana pelaksanaan dari Indonesia International Financial Center yang memang alhamdulillah undang-undangnya sudah disetujui oleh DPR dan Bapak Presiden minta itu segera ditindaklanjuti. Memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional,” kata Rosan kepada wartawan usai rapat.
Menurut Rosan, selama proses pembangunan kawasan utama di Bali, operasional IIFC akan lebih dahulu dijalankan di Jakarta. Masa transisi tersebut diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga tahun sembari pemerintah menyiapkan infrastruktur dan perangkat kelembagaan.
“Mungkin di masa transisi ini, dalam dua atau tiga tahun depan mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan, bisa di Jakarta dan juga di Bali,” ujarnya.
Rosan mengatakan pemerintah telah menyiapkan gedung yang akan digunakan sebagai lokasi operasional awal pusat keuangan internasional tersebut di Jakarta.
Ia juga mengungkapkan bahwa respons investor terhadap rencana pembentukan IIFC cukup positif. Beberapa hari sebelum rapat, dirinya bertemu dengan 11 investor yang berasal dari kalangan family office dan investor lainnya di Bali untuk memaparkan rencana tersebut.
“Beberapa hari yang lalu saya juga ke Bali bertemu dengan 11 para investor dari family office dan yang lain-lainnya dan responsnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Danantara akan bertindak sebagai pengembang kawasan. Sementara itu, pengelolaan Indonesia International Financial Center akan dipimpin oleh ketua kawasan bersama seorang governor yang bertugas menyiapkan seluruh perangkat dan tata kelola agar pusat keuangan tersebut dapat beroperasi secara optimal.
“Kalau Danantara kan sebagai pengembang kawasan, tapi dari financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga oleh governor-nya nanti akan men-set up semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar,” tutur Rosan.
Pembentukan Indonesia International Financial Center menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekosistem investasi nasional, meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor global, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.










