Generasi.co, SEMARANG – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat memicu perubahan besar dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi itu perlu diimbangi landasan moral dan spiritual agar tidak memunculkan persoalan baru.
“Di satu sisi, teknologi tersebut membuka peluang kemajuan,” kata Nasaruddin saat Kuliah Subuh Bersama Menteri Agama RI di Semarang, Minggu.
Menurut dia, perkembangan AI yang tidak disertai nilai moral dan spiritual berpotensi menghadirkan persoalan baru. Karena itu, pembangunan manusia perlu bertumpu pada nilai, bukan hanya kemampuan menguasai teknologi.
Nasaruddin juga mengajak mahasiswa dan santri meningkatkan hubungan dengan Al Quran. Ia mengatakan, pesan kitab suci itu dapat dipahami secara berlapis hingga bermuara pada nilai ketuhanan dan kasih sayang.
Ia mengingatkan, rasa syukur kepada Allah tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan tahmid. Syukur, kata dia, perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata.
“Dengan bersyukur, manusia diharapkan mampu menggunakan setiap nikmat yang diberikan Allah secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.










