Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah kerasnya untuk membersihkan jajaran birokrasi maupun sektor swasta dari oknum-oknum bermasalah atau “telur busuk” yang menghambat laju ekonomi nasional.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam forum China Conference Southeast Asia di St. Regis Jakarta, Selasa (10/2).
Hashim menyebut Presiden tidak akan ragu mengejar oknum elit yang terlibat praktik kriminal, termasuk kemungkinan mencopot lebih banyak kepala lembaga yang dinilai tidak efisien atau melanggar hukum.
“Presiden tetap mengambil tindakan tegas,” ujar Hashim, menekankan bahwa koneksi dengan elit politik tidak akan menjadi tameng bagi para pelanggar aturan.
Bukti Ketegasan di Sumatera
Hashim mencontohkan aksi nyata Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke London baru-baru ini. Presiden memerintahkan pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang beroperasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan parah yang menyebabkan hilangnya ribuan nyawa. Hashim memastikan keputusan itu diambil berdasarkan data valid, mulai dari citra satelit, drone, hingga bukti lapangan.
“Meskipun beberapa perusahaan ini memiliki koneksi dengan elit yang kuat, Presiden tetap mengambil tindakan tegas,” tegasnya lagi.
Sikat Manipulator Pasar Modal
Selain isu lingkungan, Prabowo juga menyoroti praktik kotor di sektor keuangan, khususnya manipulasi pasar modal yang merugikan investor ritel dan masyarakat kecil.
Hashim menyatakan bahwa pemerintah membuka segala opsi hukum untuk menindak para pelaku yang bertanggung jawab atas praktik tidak wajar tersebut, demi menciptakan iklim investasi yang sehat dan adil.










