Prabowo Soroti Bencana Beruntun, Minta Anggaran Mitigasi Ditambah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran untuk mitigasi dan penanganan bencana ditambah secara signifikan. Menurut Prabowo, pemerintah perlu belajar dari berbagai bencana yang terjadi agar lebih siap menghadapi risiko di masa depan.

“Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintahan yang saya pimpin. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” ujar Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Prabowo mengatakan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan ring of fire membuat negara harus selalu siap menghadapi bencana alam.

“Ini adalah takdir kita. Negara yang berada di lingkaran api the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menyinggung sejumlah bencana yang terjadi belakangan ini, mulai dari gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai provinsi.

“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas gunung anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan, dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan pengalaman menghadapi berbagai bencana tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Peningkatan anggaran mitigasi dan penanganan bencana dinilai diperlukan untuk menghadapi keadaan serupa setiap saat.