Generasi.co, Jombang – Presiden Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026. Muktamar NU yang berlangsung selama lima hari sejak 27 Agustus itu menghasilkan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam terpilih dan Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Miftachul Akhyar dan Abdul Hakim Mahfudz atas amanah yang diberikan melalui Muktamar ke-35 NU. Dia juga mengapresiasi pelaksanaan muktamar yang dinilai berlangsung sukses, guyub, rukun, dan damai.
“Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih. Saya ucapkan selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun,” ucap Presiden.
Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf, sebelumnya melaporkan hasil Muktamar NU, termasuk terpilihnya Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
“Kami ingin mengucapkan selamat kepada Yang Mulia Kiai Miftachul Akhyar yang kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam PBNU, dan juga selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz yang mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU,” kata Saifullah Yusuf.
Dalam penutupan tersebut, Prabowo juga menerima Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Kartu itu diserahkan langsung oleh Rais Aam Miftachul Akhyar.
Prabowo kemudian secara resmi menutup Muktamar ke-35 NU dengan penabuhan bedug. Pemukulan kentungan oleh Presiden menjadi penanda berakhirnya rangkaian muktamar sekaligus dimulainya amanah baru kepengurusan PBNU.
“Selamat atas terlaksananya muktamar ke-35 dan negara bangsa dan umat menunggu dharma bakti Nahdlatul Ulama di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang,” tandas Prabowo.
Penutupan Muktamar ke-35 NU diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon. Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, K.H. Abdurrozaq Sholeh.










