Wamentan Sudaryono Libatkan Bareskrim Sikat Mafia Pangan, Jamin Harga Sembako Jelang Ramadan Tak Mirip ‘Roller Coaster’

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono/Kementan

JAKARTA, Generasi.co — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah membawa angin segar bagi masyarakat dan pedagang. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan harga bahan pokok di pasaran kini jauh lebih stabil dan terhindar dari fluktuasi liar berkat tindakan tegas terhadap mafia pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono usai bersilaturahmi dengan jajaran Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Melalui akun Instagram pribadinya, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam menjaga stabilitas harga di lapangan.

“Pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET) kini super ketat. Kita melibatkan Direktorat Kriminal Khusus Bareskrim Polri hingga tingkat Polres. Mafia pangan sedang disikat habis tanpa pilih kasih,” tegas Sudaryono dalam unggahannya, dikutip Kamis (26/2/2026).

Berkat operasi ketat penegakan hukum tersebut, Wamentan mengklaim hasilnya sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. “Harga bahan pokok tidak lagi naik turun berantakan mirip wahana roller coaster. Kondisi pasar sekarang jauh lebih stabil,” imbuhnya.

Intervensi Negara dan Kebijakan Inklusif Prabowo

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menyinggung posisi Presiden Prabowo Subianto yang saat ini memimpin APPSI. Ia menepis anggapan adanya keberpihakan, dengan menegaskan bahwa kebijakan Presiden berfokus pada pembenahan tata kelola niaga secara menyeluruh. Keadilan berdagang dipastikan harus dirasakan oleh semua pihak tanpa terkecuali.

Lebih lanjut, politisi yang juga pengusaha ini membongkar kunci utama keberhasilan stabilisasi harga pangan saat ini, yakni penguasaan stok cadangan oleh negara.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban mutlak untuk memegang kendali atas barang kebutuhan pokok. “Saat harga daging mahal, pemerintah langsung menggelontorkan cadangan untuk menekan harga jual,” urai Sudaryono mencontohkan mekanisme intervensi pasar yang dilakukan.

Kejar Swasembada dan Rancang Aplikasi Digital Pedagang

Selain langkah reaktif berupa operasi pasar dan penegakan hukum, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menekan gas pada program swasembada pertanian. Sudaryono menyebut, pemikiran dan tindakan baru harus berjalan beriringan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional selalu berada pada level aman.

Ke depan, Kementan juga tengah mematangkan berbagai inovasi teknologi, termasuk wacana pembangunan ekosistem digital terintegrasi. “Kita terus berinovasi, termasuk membangun aplikasi digital jika diperlukan, agar kawan-kawan pedagang pasar makin mandiri,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektoral antara Kementan, Kepolisian, dan asosiasi pedagang, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dan menyambut Lebaran tahun ini dengan tenang tanpa dihantui lonjakan harga pangan ekstrem.