Penjarahan di Sibolga Usai Banjir Besar: 16 Warga Diamankan, Polisi Duga Ada Komando

Penjarahan Minimarket/X

Di tengah pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sibolga sejak pekan lalu, aparat kepolisian setempat justru menghadapi tantangan baru: aksi penjarahan di sejumlah minimarket yang dilakukan secara serentak pada Sabtu (29/11).

Polres Sibolga mengamankan 16 orang yang diduga terlibat. Dari hasil pemeriksaan awal, aksi penjarahan ini bukan sepenuhnya dipicu kerusakan bangunan, melainkan situasi darurat dan indikasi adanya komando dari pihak tertentu.

Bantuan Belum Merata, Warga Kelaparan

Kasi Humas Polres Sibolga AKP Suyatno mengungkapkan bahwa sebagian warga nekat menjarah karena bantuan logistik dari pemerintah belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Menurutnya, hingga Senin (1/12), distribusi bantuan masih sangat terbatas.
“Belum ada bantuan yang tersalur secara menyeluruh. Kalaupun ada, hanya beberapa titik saja yang terjangkau,” kata Suyatno.

Kabupaten Sibolga memang menjadi salah satu kawasan paling terdampak dalam rangkaian banjir dan longsor di pesisir barat Sumatera.

Minimarket Tak Rusak, Ada Indikasi ‘Komando’

Yang mengejutkan, beberapa minimarket yang dijarah tersebut tidak mengalami kerusakan akibat banjir. Artinya, bangunan sebenarnya masih dalam kondisi baik.

Suyatno menduga sebagian pelaku memang digerakkan atau diarahkan oleh oknum tertentu.
“Sebagian tidak rusak, dan sebagian lagi seperti ada komando untuk merusaknya,” ujarnya.

Barang yang Dijarah: Snack hingga Sabun

Dari 16 pelaku yang diamankan, sebagian besar berusia antara 17–27 tahun. Barang-barang yang diambil pun beragam, mulai dari makanan ringan, air mineral, susu, sabun, hingga pasta gigi.

Berikut daftar para pelaku dan jenis barang yang mereka ambil:

  • MHH (20): snack
  • SS (24): minuman dan gula
  • AZ (27): snack
  • ZR (24): sosis dan minuman
  • OFH (18): air mineral
  • ART (19): susu milo
  • DH (20): minuman dan sabun
  • ISS (18): snack dan sabun
  • A (18): makanan, minuman, sabun
  • MS (18): minuman, snack, pasta gigi
  • BA (18): yogurt dan susu
  • ER (21): minuman dan snack
  • DAM (18): snack
  • ABS (18): snack
  • D (18): snack
  • BNH (17): diamankan sebelum sempat menjarah

Barang bukti berupa makanan ringan, minuman, dan produk kebutuhan rumah tangga turut diamankan.

Kota Dijaga Ketat, Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi

Pasca-penjarahan, aparat gabungan TNI–Polri memperketat penjagaan di sejumlah titik rawan untuk mencegah kejadian serupa.
“Polres Sibolga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban demi keamanan bersama,” kata Suyatno.

Para pelaku kini terancam dijerat Pasal 363 dan/atau 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Di Tengah Bencana, Keputusasaan Mudah Memicu Kekacauan

Aksi penjarahan ini menambah panjang daftar persoalan darurat yang harus ditangani pemerintah. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat mendesak dan bantuan belum merata. Di sisi lain, tindakan kriminal tetap harus ditindak secara hukum.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa dalam kondisi bencana besar, komunikasi, distribusi bantuan, dan kehadiran negara tetap menjadi faktor penentu untuk menjaga masyarakat tetap tenang—sebelum rasa lapar berubah menjadi keputusasaan, dan keputusasaan berubah menjadi tindakan yang merugikan banyak pihak.