Profesi joki tong setan yang selama ini identik dengan hiburan pasar malam mengantarkan Karmila Purba tampil di panggung internasional. Perempuan asal Sondi Raya, Sumatra Utara, itu bahkan telah tiga kali dipercaya mewakili Indonesia di Inggris dan namanya tercatat dalam daftar pemain motordrome atau wall of death dunia.
Pencapaian tersebut dibagikan Karmila melalui akun media sosial pribadinya. Perempuan yang dikenal dengan julukan “Princess Tong Setan” itu mengaku tidak pernah membayangkan profesi yang ditekuninya sejak bertahun-tahun lalu mampu membawanya tampil hingga ke luar negeri.
“Siapa sangka menjadi joki tong setan bisa membawaku sejauh ini? Aku yang dulunya ngejoki di pasar malam di daerah pedalaman-pedalaman, terus ke kota-kota lain dan gak nyangka sekarang bisa tampil sampai ke luar negeri,” kata Karmila.
Menurut dia, keberhasilannya tampil di Inggris bukan sekadar soal kemampuan mengendarai motor di arena tong setan, tetapi juga tentang keyakinan untuk terus melangkah meski kerap diragukan orang lain.
Karmila juga mengaku bangga karena namanya masuk dalam buku daftar pemain tong setan dunia yang mewakili Indonesia.
“Suatu kebanggaan tersendiri nama ku ada didalam buku daftar pemain tong setan seluruh dunia yang mewakili dari Indonesia. Tetap rendah hati,” tulisnya.
Perjalanan menuju panggung internasional, kata Karmila, tidak diperoleh dengan mudah. Ia harus melalui berbagai proses, termasuk mengurus visa hingga berangkat sendiri ke Inggris dengan perbedaan bahasa dan budaya yang jauh dari lingkungan tempat ia dibesarkan.
“Pasti kalian semua pikir enak ya kerja di luar negeri. Tapi kalian gak tau perjuangan dibalik itu semua, gimana susahnya untuk mendapatkan visa bisa sampai ke Inggris. Dan gimana deg-degannya pertama kali naik pesawat ke luar negeri sendirian dengan bahasa yang berbeda,” ujarnya.
Dalam unggahan lain, Karmila mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan kali ketiganya tampil di Inggris. Pada perjalanan kedua dan ketiga, ia berangkat seorang diri dari Indonesia.
“Sebenarnya ini udah ketiga kalinya aku berangkat ke Inggris. Yang pertama ditemenin, terus yang kedua ketiganya itu aku berangkat sendirian dari Indonesia. Dari Indonesia sampai ke Inggris itu perjalanan hampir kurang lebih satu hari,” katanya.
Kisah Karmila pun menjadi perhatian publik setelah video dan unggahannya viral di media sosial. Salah satu unggahannya telah ditonton lebih dari dua juta kali dan dibanjiri dukungan dari warganet.
Saat diwawancarai pada Kamis (11/6/2026), perempuan berusia 27 tahun itu menceritakan bahwa dirinya mulai menjadi joki tong setan sejak 2014. Berawal dari pasar malam di berbagai daerah, profesi tersebut perlahan membawanya tampil di berbagai panggung internasional.
“Itu adalah tong setan. Motor yang muter-muter di dalam tong. Jadi aku bekerja di bidang itu. Dan karena itu juga aku bisa menginjakkan kaki keluar negeri. Dan menjadi joki tong setan membawaku sampai go international,” ujarnya.
Karmila menjelaskan, kemampuan menjadi joki tong setan membutuhkan keterampilan mengendarai motor, menjaga keseimbangan tubuh, menahan rasa pusing, serta keberanian yang tinggi.
“Tekniknya sebenarnya satu, bisa bawa motor. Kedua, harus tahan pusing di awal-awal. Ketiga, bisa menyeimbangkan badan. Dan keempat, harus berani dan punya nyali yang kuat,” katanya.
Selama lebih dari satu dekade berkarier, Karmila mengaku menghadapi berbagai tantangan fisik dan mental, terlebih karena bidang tersebut masih didominasi laki-laki.
“Tantangan dan kesulitan itu pasti ada. Proses awalnya enggak mudah. Saya harus belajar mengendalikan rasa takut, menjaga keseimbangan, mengendalikan rasa pusing, dan membangun kepercayaan diri. Pasti ada masa-masa sulit dan capek, apalagi sebagai perempuan di bidang yang jarang digeluti perempuan,” tuturnya.
Kepada generasi muda Indonesia, Karmila berpesan agar tidak takut bermimpi besar dan berani keluar dari zona nyaman untuk mengejar cita-cita.
“Saya ingin mengatakan kepada generasi-generasi muda di Indonesia bahwa jangan takut bermimpi besar. Selagi kalian punya mimpi, kejarlah. Beranikan diri untuk keluar dari zona nyaman kalian. Kalau kita punya kemauan, disiplin, dan mau bekerja keras, kita bisa membuktikan kemampuan kita di mana saja,” pungkasnya.










