Doyan Konsumsi Minuman Energi? Hati-hati Rentan Terkena Stroke

Minuman Berenegi/Pexels

Sebuah studi kasus yang diterbitkan di jurnal BMJ Case Reports memperingatkan risiko serius konsumsi minuman energi berlebihan setelah seorang pria mengalami stroke usai minum delapan kaleng minuman energi setiap hari. Kasus ini mendorong pakar kesehatan menyerukan pengaturan ketat terhadap penjualan dan iklan produk tersebut, terutama yang menyasar kelompok usia muda.

Dari tekanan darah ekstrem ke stroke

Pria sehat berusia 50-an itu dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi lemah di sisi kiri tubuh, dengan gangguan keseimbangan, menelan, dan bicara (ataxia). Pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya mencapai 254/150 mm Hg, tingkat yang sangat berbahaya. Ia didiagnosis mengalami stroke pada talamas (thalamus) — bagian otak yang berperan pada persepsi sensorik dan pergerakan.

Tim medis menurunkan tekanan darahnya dengan obat dan pasien sempat membaik, namun tekanan darah kembali naik setelah pulang meski obat ditingkatkan. Setelah ditanya lebih rinci tentang kebiasaan harian, terungkap bahwa pasien meminum rata-rata delapan minuman energi per hari, masing-masing mengandung sekitar 160 mg kafein, sehingga total konsumsi kafeinnya mencapai 1.200–1.300 mg per hari. Sebagai perbandingan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan maksimum 400 mg kafein per hari untuk orang dewasa.

Setelah dihentikan konsumsi minuman energi, tekanan darah pasien kembali normal dan obat antihipertensi tidak lagi diperlukan. Namun, kerusakan neurologis menetap: pasien melaporkan mati rasa di tangan, kaki, dan jari-jari kirinya yang terus ada hingga delapan tahun kemudian.

Kandungan lain dan mekanisme risiko

Penulis laporan menyatakan kekhawatiran bahwa bahaya minuman energi tidak hanya berasal dari kafein murni. Produk-produk ini sering mengandung gula tinggi dan bahan lain seperti taurin, guarana, ginseng, dan glukuronolakton yang dapat menambah efek stimulasi kardiovaskular. Guarana, misalnya, mengandung kafein “tersembunyi” yang pada beberapa sumber disebut memiliki konsentrasi kafein lebih tinggi daripada biji kopi.

Secara umum, kandungan kafein dalam minuman energi bervariasi: rata-rata satu porsi 250 ml mengandung sekitar 80 mg kafein (setara ~320 mg per liter), sementara teh mengandung sekitar 30 mg per porsi dan kopi sekitar 90 mg. Namun, beberapa produk minuman energi dapat mencantumkan kandungan kafein hingga 500 mg dalam satu sajian, sehingga potensi overdosis kafein nyata jika dikonsumsi banyak.

Selain stroke, studi lain—misalnya penelitian 2024 yang dimuat di jurnal Heart Rhythm—memperingatkan bahwa minuman energi dapat memicu aritmia jantung yang mengancam nyawa pada pasien dengan penyakit jantung bawaan.

Seruan untuk regulasi dan kewaspadaan publik

Penulis studi menyoroti bahwa publik, terutama generasi muda, masih kurang menyadari potensi risiko kardiovaskular minuman energi. Mereka menyinggung langkah sukarela di Inggris pada 2018, ketika beberapa supermarket besar menerapkan larangan penjualan minuman energi kepada anak di bawah 16 tahun sebagai upaya mengatasi obesitas, diabetes, dan kerusakan gigi. Namun, aspek risiko kardiovaskular pada kelompok muda belum banyak mendapat perhatian.

“Mengingat bukti yang semakin menumpuk, morbiditas dan mortalitas tinggi yang terkait stroke serta efek buruk minuman tinggi gula, kami mengusulkan perlunya peningkatan regulasi terhadap penjualan dan kampanye iklan minuman energi—yang sering menargetkan usia muda—sebagai langkah pencegahan bagi kesehatan serebrovaskular dan kardiovaskular masyarakat di masa depan,” tulis penulis laporan.

Pesan praktis

  • Batasi asupan kafein harian — CDC merekomendasikan tidak lebih dari 400 mg untuk orang dewasa sehat.
  • Waspadai “kafein tersembunyi” pada produk yang mengandung guarana atau bahan stimulan lain.
  • Perhatikan gejala tekanan darah tinggi atau gangguan ritme jantung (pusing, nyeri dada, napas pendek, pingsan) dan segera cari bantuan medis.
  • Anak-anak, remaja, dan mereka dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari minuman energi.

Catatan: artikel ini bertujuan untuk edukasi kesehatan umum dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan bila Anda memiliki kekhawatiran terkait konsumsi kafein atau gejala kesehatan tertentu.