Cara Daftar Haji Reguler 2025: Syarat, Biaya Setoran Awal, dan Cara Cek Nomor Porsi

Foto Ilustrasi: Pemerintah dan DPR tengah membahas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2025. Usulan biaya dari Kemenag sebesar Rp 93 juta dirasionalisasi oleh DPR agar di bawah Rp 90 juta/ (Istimewa)
Foto Ilustrasi: Pemerintah dan DPR tengah membahas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2025. Usulan biaya dari Kemenag sebesar Rp 93 juta dirasionalisasi oleh DPR agar di bawah Rp 90 juta/ (Istimewa)

Pendaftaran haji di Indonesia dilakukan melalui pemerintah, saat ini dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Jalur ini dikenal sebagai haji reguler, menggunakan kuota resmi pemerintah dengan masa tunggu rata-rata 26 tahun.

Lalu, apa saja syarat daftar haji reguler dan bagaimana cara mendaftarnya? Simak panduan lengkap berikut, mulai dari persyaratan, alur pendaftaran, hingga cara cek nomor porsi dan estimasi keberangkatan.

Apa Itu Haji Reguler?

Haji reguler adalah program ibadah haji yang diselenggarakan pemerintah melalui Kemenhaj. Dibandingkan haji khusus dan haji furoda, biaya haji reguler paling terjangkau, namun memiliki antrean keberangkatan paling panjang.

Syarat Daftar Haji Reguler

Mengacu pada informasi resmi Kanwil Kemenag DKI Jakarta, berikut syarat pendaftaran haji reguler:

  • Beragama Islam
  • Berusia minimal 12 tahun saat mendaftar
  • Memiliki KTP sesuai domisili
  • Memiliki Kartu Keluarga (KK)
  • Memiliki salah satu dokumen berikut:
    • Akta kelahiran
    • Surat kenal lahir
    • Kutipan akta nikah
    • Ijazah
  • Memiliki tabungan haji atas nama calon jemaah di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH)

Cara Daftar Haji Reguler

Jika seluruh persyaratan sudah lengkap, berikut tahapan pendaftaran haji reguler:

  1. Buka tabungan haji di BPS-BPIH dan lakukan setoran awal BPIH sebesar Rp25 juta dengan membawa KTP.
  2. Menandatangani surat pernyataan memenuhi syarat pendaftaran haji yang diterbitkan Kemenhaj.
  3. Melakukan transfer setoran awal BPIH ke rekening BPKH melalui cabang BPS sesuai domisili.
  4. BPS menerbitkan bukti setoran awal yang memuat Nomor Validasi.
  5. Bukti setoran ditempel pas foto ukuran 3×4 dan dibubuhi materai.
  6. Calon jemaah mendatangi kantor Kemenhaj kabupaten/kota untuk verifikasi dokumen, maksimal 5 hari kerja setelah setoran.
  7. Mengisi dan menyerahkan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).
  8. Menerima bukti pendaftaran haji yang berisi nomor porsi, ditandatangani dan distempel petugas.
  9. Kantor Kemenhaj menerbitkan SPPH cetak sebanyak lima lembar, masing-masing ditempel pas foto.

Cara Cek Nomor Porsi dan Estimasi Keberangkatan Haji

Setelah mendaftar, jemaah akan memperoleh nomor porsi haji yang digunakan untuk memantau antrean dan estimasi keberangkatan.

1. Cek Nomor Porsi via Aplikasi Satu Haji (Haji Pintar)

Langkah-langkah:

  • Unduh aplikasi Satu Haji
  • Buka aplikasi dan pilih menu Estimasi Keberangkatan
  • Masukkan Nomor Porsi
  • Klik Cari

Informasi yang ditampilkan:

  • Nomor porsi
  • Nama jemaah
  • Kabupaten/kota dan provinsi
  • Status pembayaran
  • Estimasi tahun keberangkatan

2. Cek Nomor Porsi via Aplikasi Pusaka Kemenag

Langkah-langkah:

  • Unduh aplikasi Pusaka Kemenag
  • Buka aplikasi → pilih menu Islam
  • Klik Layanan Keagamaan
  • Pilih Estimasi Keberangkatan
  • Masukkan Nomor Porsi dan klik cari

Data yang muncul:

  • Nomor porsi
  • Nama jemaah
  • Kabupaten/kota
  • Posisi antrean provinsi
  • Estimasi keberangkatan

3. Cek Nomor Porsi via Website Resmi Kemenhaj

Langkah-langkah:

  • Siapkan Nomor Porsi
  • Kunjungi situs resmi Kemenhaj di haji.go.id/estimasi-keberangkatan
  • Masukkan nomor porsi
  • Isi kode captcha
  • Klik Cari

Informasi yang tersedia:

  • Nomor porsi
  • Nama jemaah
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Estimasi tahun keberangkatan

Kesimpulan

Haji reguler menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia karena biayanya lebih terjangkau, meski harus menunggu antrean hingga puluhan tahun. Dengan memahami syarat daftar haji reguler, alur pendaftaran, serta cara cek nomor porsi, calon jemaah bisa mempersiapkan ibadah haji sejak dini secara lebih matang.