Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mendorong Perguruan Tinggi Islam untuk mengambil peran strategis dalam mencetak Generasi Z (Gen Z) menjadi cendekiawan muslim berkelas dunia.
Hal tersebut disampaikan HNW saat memberikan Kuliah Umum bertajuk “Pendidikan Tinggi Islam dan Kenegaraan Berbasis SDGs” di Institut Asy-Syukriyyah, Tangerang, Kamis (15/01).
Menurut HNW, pendidikan tinggi Islam harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan modern, tetapi juga tetap memegang teguh akar budaya nasional serta nilai-nilai religius.
“Pendidikan tinggi Islam harus memaksimalkan potensi besar yang dimiliki. Kita butuh cendekiawan yang modern dan berwawasan global, namun tetap memiliki akar kuat pada budaya nasional dan nilai religius,” ujar HNW di hadapan ratusan mahasiswa.
Integrasi Iman dan IPTEK
Politisi senior PKS ini menjelaskan bahwa visi pendidikan nasional yang mengintegrasikan iman, takwa, dan ilmu pengetahuan sebenarnya telah dijamin kuat dalam Pasal 31 UUD 1945.
Visi ini dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, di mana Indonesia tercatat sebagai salah satu negara progresif dengan capaian 62,5 persen.
Dalam kesempatan tersebut, HNW juga merefleksikan kembali perintah “Iqra” sebagai landasan bahwa kebangkitan peradaban Islam selalu bermula dari pendidikan. Ia pun menantang para mahasiswa untuk menguasai bahasa asing agar bisa berkolaborasi di kancah internasional.
Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Institut Asy-Syukriyyah Dr. Evan Hamzah Muchtar beserta jajaran civitas akademika yayasan.










