Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyambut positif rencana Uni Emirat Arab (UEA) untuk memperluas investasi energi terbarukan di Indonesia, khususnya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di wilayah Cirata dan Jatigede.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Eddy Soeparno dengan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail Al Mazroui, di sela-sela ajang Abu Dhabi Sustainability Week.
Dalam pertemuan tersebut, Suhail menyebut proyek PLTS Terapung Cirata yang dikerjakan oleh Masdar telah menjadi benchmark sukses bagi pengembangan energi hijau di tanah air.
“Karena itu rencananya kami akan memperluas wilayah pengembangan energi terbarukan di wilayah perluasan Cirata dan juga di Jatigede. Semoga kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab ini berjalan dengan lancar,” ujar Suhail.
Kebut Payung Hukum EBT
Merespons komitmen tersebut, Eddy Soeparno menegaskan bahwa parlemen Indonesia siap memberikan dukungan regulasi penuh. Menurutnya, investasi ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2060.
“Saat ini kami dalam tahap finalisasi untuk RUU Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBET) dan juga RUU Kelistrikan dan revisi UU Migas,” tegas Eddy dalam keterangannya, Senin (19/01).
Doktor Ilmu Politik UI ini juga menyatakan dirinya secara pribadi mendorong pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sebagai langkah mitigasi konkret menghadapi krisis iklim.
Ajak Investasi Transmisi Listrik
Tak hanya soal panel surya, Eddy turut mengajak UEA untuk mendiversifikasi investasinya ke sektor lain seperti tenaga angin (bayu), panas bumi (geothermal), hingga air (hydro).
Secara khusus, politisi PAN ini menawarkan peluang investasi di sektor infrastruktur transmisi listrik berskala besar untuk mengatasi masalah interkoneksi antar-pulau.
“Kami juga mengajak UEA untuk berinvestasi membangun infrastruktur transmisi listrik berskala besar untuk menghubungkan pusat-pusat sumber energi terbarukan dengan wilayah dengan permintaan energi tinggi,” pungkasnya.










