Tak Puas Cuma Turun 20 Persen, Wamentan Cari Cara Tekan Harga Pupuk Lebih Murah Lagi

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono/Kementan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melakukan kunjungan kerja strategis ke Aljazair bersama jajaran Pupuk Indonesia Holding Company. Langkah ini diambil guna mengamankan pasokan bahan baku pupuk dan menekan biaya produksi di dalam negeri.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Sudaryono menegaskan bahwa ketergantungan pada pasar global menjadi biang kerok mahalnya harga pupuk selama ini.

“Masalah pupuk selama ini sering macet di urusan bahan baku yang mahal karena kita tergantung pasar dunia. Kita nggak mau cuma jadi pembeli, kita mau kuasai sumber bahan bakunya langsung di sana,” ujar Sudaryono, Selasa (27/1).

Incar Kendali Hulu di Aljazair

Sudaryono menjelaskan, pemerintah tidak sekadar ingin impor, melainkan menjajaki kerja sama pembangunan industri pupuk langsung di Aljazair. Dengan menguasai rantai pasok dari hulu (upstream), ia optimistis Indonesia tidak lagi mudah didikte oleh fluktuasi harga global.

“Kalau kita punya kendali penuh di negara asal bahan baku, biaya produksi bisa kita tekan serendah mungkin,” tegasnya.

Targetkan Harga Turun Lebih Dalam

Politisi Gerindra ini juga menyinggung kebijakan pemerintah yang baru saja memangkas harga pupuk sebesar 20 persen. Namun, menurutnya angka tersebut belum cukup.

Dengan strategi penguasaan bahan baku di Aljazair, Sudaryono menargetkan penurunan harga yang lebih signifikan agar margin keuntungan petani semakin besar.

“Selisih keuntungan yang didapat petani harus lebih banyak buat keluarga mereka di rumah. Kita ingin memastikan setiap jengkal sawah di Indonesia nggak kekurangan nutrisi karena masalah biaya,” pungkasnya.