Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan. Menurutnya, hal ini merupakan prasyarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Wanita yang akrab disapa Rerie ini menegaskan bahwa peran perempuan sangat sentral dalam kemajuan bangsa, namun seringkali terhambat oleh kondisi domestik yang tidak kondusif.
“Perempuan memiliki peran krusial dalam proses pembangunan, merealisasikan keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan merupakan langkah strategis yang harus diwujudkan,” kata Lestari dalam keterangannya, Senin (26/1).
Soroti 18 Isu Krusial
Pernyataan Rerie tersebut merespons temuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang baru saja menyerahkan rekomendasi kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Dalam rekomendasi tersebut, tercatat ada 18 isu krusial yang dihadapi perempuan dalam lingkup keluarga. Masalah-masalah ini dikelompokkan menjadi empat klaster utama: isu struktural, dampak kekerasan yang mengancam nyawa, kerentanan pada perempuan masyarakat adat dan agama, serta pemiskinan perempuan dalam keluarga.
Rerie, yang juga Anggota Komisi X DPR RI, menilai deretan masalah tersebut berpotensi besar menghambat keberlanjutan pembangunan jika tidak segera ditangani oleh pemangku kepentingan terkait.
Dorong Pemenuhan Hak Dasar
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini mendesak agar upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar perempuan segera direalisasikan. Ia meyakini, lingkungan yang aman akan berkorelasi lurus dengan produktivitas.
“Dengan terpenuhinya hak-hak perempuan, dapat mendorong peningkatan partisipasi perempuan di sejumlah sektor pembangunan yang dapat mengakselerasi kemajuan bangsa,” pungkasnya.










