Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan secara masif pada tahun 2026. Sebanyak 60.000 sekolah yang tidak layak pakai dijadwalkan akan direnovasi total tahun ini.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melalui unggahan di akun media sosialnya, menegaskan bahwa perbaikan ini adalah mandat mendesak dari Presiden demi keselamatan dan masa depan generasi muda.
“Kita tidak bisa terus-terusan membiarkan anak-anak belajar di bawah atap yang bocor setiap kali hujan turun. Ada ribuan sekolah di Indonesia yang kondisinya sudah hampir rubuh,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/1).
Kejar Target 4 Tahun
Sudaryono memaparkan data capaian pemerintah. Pada tahun 2025, tercatat lebih dari 16.000 sekolah telah berhasil diperbaiki. Jumlah ini akan dilipatgandakan pada 2026 guna mengejar ketertinggalan fasilitas pendidikan, khususnya di pelosok daerah.
Secara keseluruhan, Indonesia memiliki hampir 300.000 gedung sekolah. Presiden Prabowo, kata Sudaryono, telah memasang target ambisius untuk menuntaskan perbaikan seluruh sekolah tersebut dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
“Kita butuh keberanian untuk mengalokasikan anggaran tepat sasaran ke bangunan-bangunan yang sudah tidak layak pakai ini, bukan cuma sekadar bicara soal kurikulum saja,” tegasnya.
Negara Harus Hadir
Politisi Partai Gerindra ini menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghadirkan keadilan sosial. Pemerintah ingin memastikan siswa di pelosok memiliki hak dan fasilitas yang setara dengan siswa di kota besar.
“Negara harus hadir saat ruang kelas sudah tidak lagi aman untuk ditempati. Kita ingin anak-anak fokus belajar dan berani bermimpi tinggi tanpa perlu rasa takut tertimpa plafon atau basah karena air hujan,” pungkas Sudaryono.









