BCA Siapkan Dana Rp5 Triliun untuk Buyback Saham, Tunggu Restu RUPS Maret 2026

Bank BCA/Laman BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali saham perseroan (buyback) dengan alokasi dana jumbo mencapai Rp5 triliun.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa nilai tersebut sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya transaksi lainnya. Langkah ini diambil perseroan untuk menjaga stabilitas pasar modal sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026.

“Periode pelaksanaan shares buyback adalah selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh RUPST,” ujar Hera dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/1).

Tidak Ganggu Modal Inti

Hera memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan berdampak negatif terhadap keuangan perusahaan. BCA berkomitmen menjaga jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10 persen dari modal disetor.

Selain itu, BCA menjamin aksi ini tidak akan membuat permodalan bank turun di bawah batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), sehingga operasional bank tetap berjalan aman sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” tegasnya.

Kinerja Solid Sepanjang 2025

Rencana buyback ini didukung oleh likuiditas dan permodalan BCA yang kuat. Sepanjang tahun 2025, bank swasta terbesar di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi fungsi intermediasi, total kredit BCA tumbuh 7,7 persen (yoy) menjadi Rp993 triliun. Sementara dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat naik 10,2 persen menjadi Rp1.249 triliun, ditopang oleh dana murah (CASA) yang mendominasi sebesar Rp1.045 triliun.