Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, turut menyuarakan peringatan keras Presiden Prabowo Subianto terkait seleksi dan kinerja petugas haji Indonesia. Ia menegaskan bahwa posisi petugas haji bukan sarana untuk mendapatkan ibadah gratis tanpa kerja keras.
Sudaryono mengingatkan, amanah mengurus jemaah di Tanah Suci sangatlah berat. Oleh karena itu, bagi mereka yang hanya berniat menumpang fasilitas negara tanpa mau melayani, diminta untuk mundur.
“Presiden Prabowo sudah tegaskan, kalau niatnya cuma mau nebeng haji tapi ogah capek melayani, lebih baik mundur teratur. Amanah ini berat karena mengurus ratusan ribu tamu Allah,” tegas Sudaryono dalam keterangannya, Jumat (30/1).
Gemblengan Semi-Militer
Demi memastikan kesiapan fisik dan mental, standar petugas haji tahun ini dinaikkan secara signifikan. Sudaryono menyebut tidak ada lagi tempat bagi petugas yang “lembek”. Para petugas kini menjalani pelatihan disiplin ala semi-militer agar tangguh di lapangan.
“Tujuannya supaya di Tanah Suci nanti mereka benar-benar hadir di lapangan, bukan sembunyi di balik meja atau sibuk ibadah sendiri sementara jemaah butuh bantuan,” ujarnya.
Wajah Bangsa di Mata Dunia
Lebih lanjut, Sudaryono menekankan bahwa nasib dan kenyamanan 221.000 jemaah haji Indonesia bergantung pada empati dan kesigapan petugas. Kinerja mereka juga mempertaruhkan citra Indonesia di mata internasional.
Ia pun memberikan ultimatum bagi mereka yang tidak sanggup mengikuti ritme kerja keras tersebut untuk menyerahkan kesempatan kepada orang lain.
“Kalau tidak sanggup ikut aturan main dan kerja keras, silakan kasih kesempatan ke orang lain yang benar-benar siap mewakafkan tenaganya untuk umat,” pungkasnya.










