PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Bank pelat merah ini berhasil membukukan total penyaluran kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.895 triliun hingga Desember 2025.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 13,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit bank only bahkan mencapai 14,2 persen yoy menjadi Rp1.497 triliun. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 9,69 persen.
“Pertumbuhan kredit yang kuat tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang tumbuh dengan sehat sekitar 40 persen yoy,” ujar Rizaldi di Jakarta, Kamis (5/2).
Kualitas Aset Membaik, NPL Tekan di Bawah 1 Persen
Meski gencar melakukan ekspansi, Rizaldi menegaskan bahwa perseroan tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian (prudence). Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang berhasil dijaga sangat rendah di level 0,96 persen.
Perbaikan kualitas aset juga terlihat dari rasio Loan at Risk (LAR) yang turun 0,76 persen yoy menjadi 6,05 persen. Selain itu, disiplin manajemen risiko membuat biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) bank only berada di level optimal 0,34 persen.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko, Bank Mandiri juga telah menyiapkan “bantalan” yang tebal.
“Bank Mandiri juga menyiapkan pencadangan yang kuat dengan NPL coverage ratio di level 253 persen untuk mengantisipasi potensi risiko,” jelasnya.
Jangkau UMKM hingga Pulau Terluar
Rizaldi menambahkan, sebaran pertumbuhan kredit Bank Mandiri tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, melainkan merata hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia. Bank Mandiri berkomitmen mendukung kemandirian ekonomi kerakyatan dengan tetap menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM di tengah tekanan ekonomi.
“Di saat pertumbuhan kredit (pelaku usaha) UMKM, mikro, dan individu cenderung tertekan di berbagai daerah, Bank Mandiri secara konsisten mendorong pertumbuhan yang positif,” tuturnya.
Langkah ini, menurut Rizaldi, merupakan bentuk nyata dukungan perseroan terhadap pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pihaknya berkomitmen terus memberikan pendampingan, pembiayaan, dan penguatan akses ekosistem bagi pelaku usaha.
Target dan Strategi 2026
Menatap tahun 2026, Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan tren positif. Rizaldi menyatakan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit tetap berada di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi regulator.
Strategi penyaluran kredit tahun ini akan difokuskan pada penguatan pembiayaan sektor produktif yang memiliki nilai tambah, seperti industri pengolahan (manufaktur), infrastruktur, energi, serta perdagangan dan jasa.
“Baik segmen wholesale maupun retail akan menjadi pendorong pertumbuhan melalui pengelolaan portfolio mix (campuran portofolio) untuk perluasan ekosistem secara optimal,” pungkasnya.










