Dari Anak Tani Grobogan Jadi Wamentan, Sudaryono: Masa Depan Gelap, Siapkan Diri Gila-gilaan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membagikan kisah inspiratif perjalanannya dari seorang anak petani di pelosok Grobogan, Jawa Tengah, hingga kini berhasil meraih gelar doktor dan menjabat di kabinet pemerintahan.

Bagi Sudaryono, masa depan adalah sebuah misteri yang “gelap” dan tidak dapat diprediksi. Namun, ia menekankan bahwa ketidakpastian tersebut harus dihadapi dengan persiapan matang, bukan sekadar kerja keras tanpa arah.

“Saya berdiri di podium ini sebagai doktor, padahal dulu cuma anak petani dari pelosok Grobogan. Tidak pernah terlintas sedikit pun di pikiran saya bakal masuk jajaran kabinet,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Senin (16/2).

Persiapan ‘Gila-gilaan’

Politisi Partai Gerindra ini menampik anggapan umum bahwa kerja keras semata pasti akan berujung manis. Menurutnya, banting tulang setiap hari belum tentu mengubah nasib jika tidak dibarengi dengan strategi dan peningkatan kapasitas diri.

“Persiapan yang gila-gilaan bakal bikin lubang kesempatan jadi lebih lebar. Saat momentum itu lewat di depan muka, kita sudah punya tangan yang kuat buat menangkapnya,” tegasnya.

Kuasai Bahasa Asing

Sudaryono juga mendorong generasi muda untuk tidak malas mempelajari keahlian baru yang terlihat sulit, termasuk bahasa asing. Ia menceritakan pengalamannya mempelajari bahasa Jepang sebagai bekal menghadapi tantangan global.

“Saya belajar bahasa Jepang bukan buat gaya-gayaan. Begitu semesta memberikan jalan, kita sudah siap pakai,” katanya.

Ia percaya, kapasitas intelektual dan keahlian adalah kunci yang membuat siapa pun, termasuk anak desa, memiliki harga diri tinggi di kancah global.

“Kapasitas yang hebat itulah yang bikin anak desa punya harga diri dan bisa bicara banyak di level tertinggi tanpa perlu merasa rendah diri,” pungkas Sudaryono.