Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menepis anggapan miring bahwa teori akademik hanya indah di atas kertas namun tumpul saat dipraktikkan di lapangan. Ia justru menegaskan bahwa landasan ilmiah dan data merupakan kunci utama dalam pengambilan keputusan yang tepat dan terukur.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono mengajak masyarakat, khususnya generasi terdidik, untuk tidak meninggalkan pendekatan akademik dalam kehidupan sehari-hari maupun profesional.
“Bersandar pada sains dan pendekatan akademik tidak pernah salah. Itu kunci. Bahkan, menggunakan landasan ilmiah jauh lebih tepat daripada melangkah membabi buta tanpa pedoman teruji,” tulis Sudaryono, Senin (16/2).
Baca Jurnal demi Pasang Baliho
Sebagai seorang profesional sekaligus politisi, Sudaryono mengaku selalu membawa kebiasaan membedah data dalam setiap aktivitas. Ia memberikan contoh menarik mengenai bagaimana ia menerapkan metode ilmiah bahkan untuk urusan teknis kampanye.
“Urusan teknis seperti menentukan warna baliho, ukuran yang pas, hingga posisi pemasangannya tidak saya putuskan berdasarkan perasaan semata,” ungkapnya.
Ia mengaku mewajibkan diri untuk membaca jurnal ilmiah terlebih dahulu agar setiap langkah memiliki alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, hal inilah yang membedakan cara kerja serampangan dengan cara kerja profesional.
Kecerdasan Meminimalkan Risiko
Lebih lanjut, Sudaryono mengingatkan agar kapasitas intelektual tidak luntur hanya karena mengikuti tren yang tidak berdasar. Ia menekankan bahwa mengandalkan sains bukan berarti kaku, melainkan bentuk kecerdasan dalam meminimalkan risiko kegagalan.
“Mari jadikan setiap keputusan kita memiliki bobot ilmiah, sehingga dampak yang dihasilkan bisa dirasakan secara luas dan bertahan lama bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.










