Aksi teror penembakan menyasar kediaman Amat Muzakhim (56), seorang aktivis sekaligus suami dari anggota DPRD Jawa Tengah Fraksi PPP, Nur Fatwa.
Insiden yang terjadi di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (14/2) malam ini kini menjadi prioritas penanganan Polda Jawa Tengah. Meski tidak ada korban jiwa, polisi mengindikasikan serangan tersebut sebagai bentuk teror.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, membenarkan bahwa berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tembakan tersebut tidak diarahkan langsung ke tubuh korban, melainkan ke atas.
“Kalau kami belum bisa memastikan, sementara masih indikasinya teror saja. Kemarin kami sudah sampaikan di media juga, ini kan teror penembakan, karena tembakannya mengarah ke atas. Kena di dak plafon itu,” ujar Rachmad, Senin (16/2).
Kronologi Kejadian
Amat Muzakhim menceritakan, peristiwa bermula sekitar pukul 21.10 WIB saat ia sedang berbincang santai di teras rumah bersama sejumlah tamu, termasuk seorang kepala desa. Anak-anak Amat saat itu berada di dalam rumah.
Tiba-tiba, seorang pengendara sepeda motor berhenti di depan rumah yang gerbangnya terbuka. Pelaku yang mengenakan helm, masker, dan mengendarai motor matik hitam tanpa pelat nomor yang jelas (tertutup plastik), langsung melepaskan tembakan.
“Orangnya langsung menengok sambil menembak. Tembakannya satu kali, jaraknya kira-kira 10 meter. Keluar api, lalu orang tersebut langsung kabur,” ungkap Amat.
Amat mengaku sempat berniat mengejar, namun urung dilakukan karena pelaku bersenjata api. “Saya tangan kosong, sementara dia bawa pistol. Akhirnya saya tidak jadi mengejar,” tambahnya.
Temuan Proyektil dan CCTV
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Ditreskrimum Polda Jateng telah melakukan pengukuran di lokasi. Berdasarkan hasil olah TKP, jarak tembak pelaku ke posisi korban sekitar 9,5 meter.
Proyektil peluru ditemukan di area garasi sebelah kiri, berjarak sekitar 23,2 meter dari posisi pelaku menembak. Jejak tembakan terlihat jelas pada dak plafon teras rumah.
“Proyektil kami temukan di garasi. Perkenaan tembakannya di dek plafon atau dinding atas teras rumah pelapor. Jadi arah tembakannya memang agak ke atas, seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV,” jelas Kapolres.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sembilan orang saksi dan mengamankan rekaman CCTV untuk dianalisis oleh tim gabungan Resmob Polda Jateng dan Polres Pekalongan. Jenis dan kaliber senjata masih menunggu hasil uji balistik Labfor.
Dugaan Motif Advokasi Kasus
Polisi juga tengah mendalami dugaan keterkaitan teror ini dengan aktivitas advokasi yang dilakukan korban. Diketahui, Amat saat ini sedang mendampingi kasus dugaan penculikan pedagang martabak yang menurutnya ada indikasi salah tangkap.
“Fokus saya memang masih mendampingi kasus penculikan itu, yang menurut saya ada indikasi salah tangkap dan salah informasi. Kalau ada kaitannya atau tidak, saya belum bisa memastikan,” kata Amat.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Rachmad menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan motif pelaku secara dini.
“Kami masih melakukan langkah-langkah penyelidikan dulu untuk memastikan apakah ada keterkaitan atau tidak,” tegas Rachmad.
Guna memberikan rasa aman, Polres Pekalongan telah menempatkan tiga personel khusus untuk berjaga di kediaman korban pasca-insiden tersebut.










