Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan perannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Amerika Serikat.
HNW mengingatkan Prabowo agar forum tersebut benar-benar digunakan untuk menghentikan genosida di Palestina, bukan sekadar menjadi legitimasi politik bagi Israel.
“Kehadiran Presiden Prabowo di Amerika Serikat, di mana salah satu agendanya menghadiri KTT perdana Board of Peace, harusnya betul-betul dimanfaatkan untuk menghentikan perang yang menghadirkan genosida dan segala pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina,” ujar HNW dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa tujuan akhir diplomasi Indonesia haruslah perdamaian dengan kemerdekaan Palestina dan berakhirnya penjajahan, sesuai amanat konstitusi.
Galang Kekuatan Negara OKI
HNW menyarankan agar Presiden Prabowo mengonsolidasikan kekuatan bersama negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang juga tergabung dalam BoP, seperti Arab Saudi, Pakistan, Turki, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Menurutnya, koalisi ini penting untuk menyeimbangkan dominasi AS dalam forum tersebut serta menolak manuver Israel yang berpotensi memanfaatkan BoP untuk melegitimasi pendudukannya.
“Menteri-menteri Luar Negeri dari negara-negara OKI ini sudah tiga kali membuat pernyataan bersama menolak keras laku Israel yang jelas-jelas melanggar kesepakatan damai,” tuturnya.
Bukan ‘Stempel Moral’ Israel
Lebih lanjut, HNW menyoroti kekhawatiran publik di tanah air terkait bergabungnya Indonesia ke dalam BoP bentukan inisiatif AS tersebut. Ia meminta Prabowo menjawab keraguan itu dengan aksi nyata.
“Kehadiran Indonesia pada Dewan Perdamaian… bukan untuk tujuan lainnya, apalagi untuk dijadikan sebagai ‘stempel legitimasi moral’ oleh Israel,” tegasnya.
Ia berharap forum ini bisa menjadi jawaban konkret atas kritik masyarakat, dengan memastikan masuknya bantuan kemanusiaan dan terwujudnya solusi dua negara (two-state solution) yang adil.
Selain isu Palestina, HNW juga mendoakan kelancaran agenda Prabowo lainnya di AS, termasuk pertemuan dengan pebisnis dan penandatanganan perjanjian perdagangan, selama tetap dalam koridor kedaulatan NKRI.










