Hadiri Pengukuhan KITMAS, Menkop Ferry Juliantono: Ini Jalan Kemandirian Petani Tembakau Madura

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono/IG

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mengambil langkah konkret untuk mengangkat derajat dan kesejahteraan petani tembakau di Pulau Garam. Hal ini dibuktikan dengan kehadirannya secara langsung dalam pengukuhan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) pada Sabtu (21/2/2026).

Langkah ini digadang-gadang menjadi momentum penting sekaligus lokomotif penggerak kemandirian ekonomi petani tembakau di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.

Dalam agenda strategis tersebut, Menkop Ferry turut didampingi oleh jajaran petinggi kementerian, di antaranya Staf Khusus Menteri Rudi Wijaya dan Wahyono Suparno, serta Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Ari Permana.

Koperasi Sebagai “Rumah Besar” Petani yang Transparan

Dalam arahannya, Ferry menegaskan bahwa KITMAS tidak boleh sekadar menjadi papan nama. Koperasi ini harus benar-benar beroperasi sebagai “rumah besar” yang tertata secara profesional, mengedepankan transparansi, dan berpihak penuh pada urat nadi kesejahteraan anggotanya.

Melihat potensi komoditas lokal, tembakau Pamekasan selama ini telah dikenal luas memiliki kualitas unggulan. Namun, kualitas tersebut kerap kali tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petaninya di tingkat akar rumput karena rantai distribusi yang panjang.

“Dengan kualitas unggulan tembakau Pamekasan, koperasi harus mampu mengonsolidasikan produksi dari hulu ke hilir, memperkuat posisi tawar (bargaining power) petani, dan membuka akses pembiayaan,” tegas Ferry di hadapan para hadirin.

Fokus Hilirisasi: Petani Berdaulat, Koperasi Kuat

Lebih dari sekadar jual-beli bahan mentah, Ferry mendorong KITMAS untuk berani melakukan hilirisasi dan diversifikasi produk olahan tembakau. Penciptaan nilai tambah (added value) ini dinilai sangat krusial agar industri tembakau lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan, bukan sekadar musiman.

“Inilah jalan kemandirian ekonomi daerah: petani berdaulat, koperasi kuat, dan kesejahteraan tumbuh langsung dari desa,” ujar Menkop menyuarakan optimismenya.

Dukungan Penuh Lintas Sektoral dan Ulama

Lahirnya KITMAS mendapat dukungan yang sangat masif dari berbagai elemen pemerintahan, pelaku usaha, hingga tokoh agama di Jawa Timur. Hal ini terlihat dari deretan tokoh penting yang hadir memadati acara pengukuhan, di antaranya:

  • Pemerintahan Daerah: Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, jajaran Forkopimda, seluruh Camat, dan Kepala Desa se-Kabupaten Pamekasan.
  • Legislatif: Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Ali Masykur S.H., beserta jajaran Wakil Ketua DPRD.
  • Dinas Terkait: Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pamekasan Achmad Sjaifudin.
  • Tokoh Agama & Pesantren: Pengasuh Ponpes Al-Hamidi KH. Moh. Rofi Baidhowi dan Direktur Utama Ponpes Sunan Drajat Gus Anas Al Hifni.
  • Pelaku Usaha: CEO PT Bawang Mas Group H. Her (Khairul Umam).

Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan menjadi modal sosial yang kuat agar KITMAS mampu beroperasi secara optimal di bawah arahan Kemenkop, serta mengangkat marwah petani tembakau Madura ke level yang lebih sejahtera.