Jadi Tulang Punggung Ekonomi 2026, BRI Genjot Pembiayaan UMKM, KPR Subsidi, hingga Bansos

BRI/Situs BRI

JAKARTA, Generasi.co — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperkokoh posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Memasuki tahun 2026, raksasa perbankan BUMN ini berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperluas akses hunian bersubsidi, serta mengawal penyaluran program bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa perseroan akan terus konsisten menjalankan fungsi intermediasinya secara strategis. Fokus utama BRI adalah menggerakkan sektor-sektor produktif yang berdampak langsung pada masyarakat kelas menengah ke bawah di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi global.

“Untuk mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, BRI juga mengambil peran strategis untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah,” ungkap Sunarso dalam konferensi pers Kinerja Keuangan Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Rekor Penyaluran KUR: Sektor Pertanian Jadi Primadona

Sepanjang tahun 2025, kontribusi BRI terhadap sektor UMKM dibuktikan melalui realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sangat masif. Tercatat, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp178,78 triliun yang menjangkau sekitar 3,8 juta debitur di seluruh penjuru Tanah Air.

Dari angka raksasa tersebut, sektor pertanian tampil sebagai kontributor paling dominan penyerap kredit:

  • Nilai Pembiayaan: Rp80,09 triliun.
  • Porsi Penyaluran: 44,97 persen dari total penyaluran KUR BRI.

Tingginya serapan di sektor pangan dan agribisnis ini membuktikan peran vital BRI dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat urat nadi ekonomi riil di kawasan pedesaan.

Agresif Sasar Sektor Properti dan Bantuan Sosial di 2026

Selain menjadi pahlawan bagi pelaku usaha kecil, BRI juga mencatatkan rekam jejak signifikan dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah. Melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), perseroan telah mengucurkan KPR subsidi senilai Rp16,6 triliun kepada lebih dari 18.000 penerima manfaat hingga akhir 2025.

Tidak berhenti di situ, Sunarso memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini, BRI telah memasang target dan agenda strategis yang jauh lebih agresif, meliputi:

  1. Perluasan KPR Subsidi (FLPP): Memproyeksikan penyaluran pembiayaan hingga mencapai target 60.000 unit rumah bagi masyarakat.
  2. Dukungan Koperasi Desa: Terlibat aktif memberikan dukungan finansial dan ekosistem untuk operasional program unggulan pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  3. Penyaluran Bansos Non-Tunai: Tetap menjadi mitra andalan dan garda terdepan pemerintah dalam mendistribusikan bantuan sosial, termasuk kelancaran program sembako agar tepat sasaran.

Melalui sinergi pembiayaan UMKM yang kuat dan dukungan tak kenal lelah pada program kesejahteraan sosial pemerintah, jajaran direksi optimistis BRI dapat terus menjadi tulang punggung yang mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level yang lebih tinggi pada tahun ini.