JAKARTA, Generasi.co — Menjawab dinamika gaya hidup dan beragamnya kebutuhan finansial puluhan juta nasabahnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus melakukan eskalasi inovasi digital. Sembari tetap mempertahankan layanan BCA mobile (m-banking) yang sudah ikonik, perseroan kini tancap gas mengembangkan fitur-fitur mutakhir di dalam super app myBCA.
SVP Transaction Banking Product Development BCA, Fera Agustina, menjelaskan bahwa platform digital myBCA dirancang agar terus berevolusi seiring dengan perubahan perilaku masyarakat.
“Kami terus mengamati perilaku transaksi nasabah dan mencoba menyelesaikannya dengan perkembangan teknologi,” ungkap Fera dalam keterangan resminya yang dikutip pada Jumat (27/2/2026).
Terobosan terbaru yang disematkan BCA ke dalam aplikasi myBCA adalah peluncuran fitur myBCA on Smartwatch dan Poket Rupiah. Kedua fitur ini lahir untuk mendobrak batasan kepraktisan bertransaksi sekaligus membantu nasabah mengelola keuangan langsung dari satu genggaman—dan pergelangan tangan.
Transaksi Tinggal ‘Tap’ dari Pergelangan Tangan
Seiring dengan maraknya penggunaan jam tangan pintar (smartwatch) di kalangan masyarakat urban, BCA merespons tren tersebut melalui layanan myBCA on Smartwatch. Inovasi ini menjadi solusi praktis bagi nasabah yang sedang berolahraga atau bermobilitas tinggi, sehingga tidak perlu repot mengeluarkan smartphone atau kartu fisik.
Hingga saat ini, BCA mencatat sudah ada sekitar 90.000 nasabah yang aktif menggunakan layanan ini. Melalui myBCA on Smartwatch, nasabah dapat menikmati sejumlah kemudahan transaksi, antara lain:
- Melakukan pembayaran menggunakan QRIS Bayar.
- Memanfaatkan fitur QRIS Tap (khusus untuk perangkat berbasis WearOS).
- Mengecek informasi saldo rekening secara real-time langsung dari layar jam pintar.
“Aplikasi myBCA on Smartwatch memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan praktis melalui jam pintar. Kami berusaha untuk menjawab kebutuhan nasabah saat ini,” terang Fera.
‘Poket Rupiah’ dan Fitur Pengunci Dana Anti-Boros
Selain kemudahan transaksi, BCA juga merilis fitur Poket Rupiah untuk menjawab masalah pengelolaan keuangan. Lewat fitur ini, nasabah bisa membuat sistem sub-rekening untuk memisahkan dana ke dalam maksimal 20 kantong (poket) yang berbeda menggunakan mata uang Rupiah. Menariknya, pemisahan pos anggaran ini bisa dilakukan langsung dari aplikasi tanpa dikenakan biaya administrasi tambahan.
Fera memaparkan bahwa fitur ini sangat inklusif dan diminati oleh berbagai kalangan. “Fitur ini tidak hanya digemari Gen Z, tetapi juga ibu rumah tangga yang memegang anggaran belanja keluarga. Selain itu juga para pekerja yang perlu memisahkan anggaran belanja sesuai pos pengeluaran,” jelasnya.
Lebih dari sekadar memisahkan dana, Poket Rupiah dirancang untuk mendisiplinkan nasabah dan menumbuhkan budaya menabung. Untuk mencegah nasabah berbelanja secara impulsif akibat tren Fear Of Missing Out (FOMO), BCA menyematkan pengaman khusus.
“Bahkan ada fitur Money Lock untuk mengurangi ke-FOMO-an dan impulsivitas dalam berbelanja,” pungkas Fera. Dengan fitur ini, dana yang sudah dialokasikan untuk tabungan atau kebutuhan esensial tidak akan mudah terkuras untuk pengeluaran konsumtif sesaat.










