Jakarta, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa sistem distribusi pupuk subsidi di Indonesia kini telah berjalan lebih teratur dan otomatis. Menurutnya, pemantauan stok hingga tingkat pengecer yang sudah terdigitalisasi berhasil menekan angka keluhan kelangkaan di lapangan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono menjelaskan bahwa kendala yang tersisa saat ini umumnya bukan lagi pada ketersediaan barang, melainkan pada aspek administratif petani.
“Urusan pupuk subsidi kini makin tertata rapi. Pemantauan stok sampai tingkat pengecer berjalan otomatis. Keluhan kelangkaan pupuk di lapangan makin susut,” ujar Sudaryono, Selasa (3/3).
Ia menambahkan, jika masih ditemukan hambatan di lapangan, hal tersebut biasanya berkaitan dengan pendaftaran Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atau keanggotaan kelompok tani yang belum tuntas.
Dorong Inovasi Soda Ash
Mengingat sistem distribusi yang sudah berjalan mandiri, Wamentan mendorong PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mulai fokus pada inovasi masa depan, khususnya di sektor petrokimia. Ia melihat potensi besar pada produk turunan seperti soda ash yang memiliki nilai jual tinggi di pasar global.
“Sektor petrokimia menawarkan potensi besar. Produk turunan layaknya soda ash punya nilai jual tinggi. Keuntungan perusahaan bisa diinvestasikan kembali untuk memperkuat kapasitas produksi nasional,” tuturnya.
Komitmen Pemerintahan Prabowo
Sudaryono menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian penuh pada kesejahteraan petani. Hal ini dibuktikan dengan jaminan kuota pupuk yang utuh serta proses distribusi yang dipangkas agar lebih ringkas sampai ke tangan petani.
Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen mendukung kemajuan industri nasional agar lebih kompetitif. Sudaryono pun memberikan pesan khusus kepada jajaran direksi dan komisaris Pupuk Indonesia untuk lebih berani dalam mengambil inisiatif strategis.
“Jajaran direksi serta komisaris Pupuk Indonesia harus berani mengambil inisiatif baru. Terus kembangkan efisiensi operasional. Pastikan ketersediaan pupuk terjamin, sambil terus berinovasi membangun kemandirian industri,” pungkasnya.










