JAKARTA, Generasi.co — Langkah progresif untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan terus digenjot oleh Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono. Tidak hanya menyasar pasar tradisional dan desa, Menkop Ferry kini membidik masjid sebagai pusat gravitasi baru bagi kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Gagasan ini diwujudkan secara konkret melalui peresmian Koperasi Masyarakat Cinta Masjid Indonesia. Melalui akun Instagram pribadinya, Ferry menegaskan keyakinannya bahwa koperasi berbasis rumah ibadah adalah instrumen krusial untuk menghidupkan urat nadi perekonomian masyarakat sekitar.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitarnya,” tulis Ferry dalam unggahannya.
Menjawab Keresahan UMKM Sektor Informal
Dalam peresmian tersebut, Menkop Ferry menyoroti realitas pahit yang masih sering dihadapi oleh para pelaku usaha kecil di lapangan. Saat ini, masih banyak pelaku UMKM yang berjuang sendirian di sektor informal dengan kondisi yang rentan.
Beberapa kendala utama yang sering menjerat mereka antara lain:
- Legalitas: Tidak memiliki badan usaha yang resmi.
- Permodalan: Akses pembiayaan dari lembaga keuangan yang sangat terbatas.
- Posisi Tawar: Skala usaha perorangan yang membuat mereka sulit bersaing dan berkembang.
Melalui gerakan Masyarakat Cinta Masjid Indonesia, Ferry ingin menghadirkan ruang yang memberi manfaat lebih luas dan inklusif bagi jamaah.
Koperasi Masjid sebagai ‘Jembatan Penyelamat’
Di sinilah letak urgensi pendirian Koperasi Masyarakat Cinta Masjid. Koperasi ini dirancang bukan sekadar sebagai lembaga simpan pinjam biasa, melainkan sebagai ekosistem pelindung bagi para pedagang kecil.
Ferry menjabarkan tiga peran utama koperasi masjid ke depannya:
- Memperkuat Kelembagaan: Mengonsolidasikan UMKM perorangan menjadi satu kekuatan ekonomi yang memiliki daya tawar tinggi.
- Membuka Akses Pembiayaan: Menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan modal kerja yang adil dan transparan.
- Menciptakan Ekosistem Berkelanjutan: Membangun perputaran ekonomi dari, oleh, dan untuk jamaah masjid.
“Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, saya berharap koperasi berbasis masjid ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat yang inklusif dan berkeadilan,” pungkas tokoh koperasi tersebut.










