HUT ke-53 HKTI, Wamentan Sudaryono: Wujudkan Swasembada Pangan, Berhenti Berwacana!

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono/IG

Jakarta, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menyerukan agar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tampil lebih tangguh, besar (grande), dan benar-benar menjadi pilar yang diandalkan oleh masyarakat. Seruan ini disampaikannya bertepatan dengan momentum peringatan hari ulang tahun ke-53 organisasi petani tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono menegaskan bahwa Indonesia kini tengah bergerak serius untuk menekan arus impor pangan yang selama ini membanjiri pasar domestik.

“Dulu kita terbiasa bergantung pada pasokan luar. Beras, jagung, gula masuk melimpah ruah. Kini arus itu kita bendung perlahan. Kita tekan seminimal mungkin,” tulis Sudaryono.

Visi Prabowo Sejak 2004 dan Penyatuan Barisan

Wamentan menyoroti bahwa sikap menolak ketergantungan pangan dari luar negeri bukanlah kebijakan reaktif yang lahir secara instan. Visi ketahanan pangan ini telah ditanamkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak tahun 2004, jauh sebelum beliau memimpin republik ini.

Menurutnya, seluruh program pertanian yang dijalankan pemerintah saat ini adalah hasil dari pemikiran dan perencanaan yang sangat matang.

Selain itu, Sudaryono juga menegaskan bahwa HKTI kini semakin solid. Ia menyinggung kebingungan publik di masa lalu mengenai kepengurusan perhimpunan ini, yang kini telah berakhir dengan penyatuan visi dan misi. Seluruh elemen HKTI dipastikan telah merapatkan barisan untuk satu tujuan: menyambut swasembada pangan nasional.

“Dulu orang bingung, perhimpunan ini milik siapa? Sekarang tidak lagi. Semuanya menyatu. Menyatu dalam satu barisan merapatkan barisan menyambut swasembada,” tegasnya.

Sebagai penutup, Sudaryono memberikan instruksi tajam kepada seluruh anggota dan pengurus HKTI agar segera mengeksekusi program-program di lapangan dan meninggalkan budaya banyak bicara.

“HKTI harus grande! Kita harus tunjukkan bahwa kita ini besar, betul-betul diandalkan masyarakat. Kerjakan sekarang. Berhenti berwacana,” pungkas Wamentan.