Hadiri Acara Bersama Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Ajak Ponpes Perkuat Ekonomi Pancasila Lewat Koperasi

Hadiri Acara Bersama Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Ajak Ponpes Perkuat Ekonomi Pancasila Lewat Koperasi/IG

Mega Mendung, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi merupakan bentuk badan usaha yang paling selaras dengan jati diri bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri acara Multaqo Pengajian Guru-Guru dan Ulama se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Mega Mendung, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh pendiri sekaligus pengasuh ponpes, Habib Rizieq Syihab, serta para ulama dan santri se-Jawa Barat ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis pesantren.

Koperasi sebagai Cerminan Nilai Bangsa

Menurut Ferry, nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, dan kekeluargaan yang tumbuh subur di masyarakat Indonesia adalah fondasi utama dari sistem koperasi. Ia melihat pondok pesantren memiliki modal sosial yang kuat untuk menggerakkan sistem ini.

“Badan usaha yang paling cocok dengan nilai-nilai masyarakat kita yaitu kebersamaan, kegotongroyongan, dan kekeluargaan adalah koperasi. Kami ingin terus mendorong pondok pesantren di berbagai ormas Islam untuk mendirikan koperasi pesantren (Kopontren),” ujar Ferry Juliantono.

Dukungan Pendampingan dan Pembiayaan LPDB

Kementerian Koperasi menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung membina pesantren yang ingin mengembangkan unit usahanya. Ferry menjanjikan akses pembiayaan yang mudah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

“Kami siap mendampingi, membina, bahkan membantu pembiayaannya melalui LPDB Kementerian Koperasi. Kami membuka diri untuk mendukung berbagai kegiatan di pesantren, terlebih jika berkaitan dengan pengembangan koperasi,” tegasnya.

Misi Mengembalikan Ekonomi Pancasila

Selain kemandirian ekonomi, Menkop Ferry menekankan peran strategis pesantren dalam menyeimbangkan ekosistem ekonomi nasional. Ia berharap pesantren menjadi motor penggerak untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan rakyat, bukan hanya dikuasai oleh pihak swasta atau konglomerasi semata.

Beberapa poin strategis yang disampaikan meliputi:

  • Kemandirian Umat: Pesantren tidak hanya membangun akhlak, tetapi juga menggerakkan ekonomi yang berkeadilan.
  • Ekonomi Pancasila: Mendorong sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil.
  • Modernisasi Kopontren: Mencontoh pesantren yang sudah berhasil memiliki akumulasi aset dan usaha yang besar.

Acara Multaqo ini ditutup dengan diskusi mengenai penguatan jejaring ulama dan guru di Jawa Barat dalam mendukung program-pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.