JAKARTA, Generasi.co — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Arab Saudi atas peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji bagi jemaah asal Indonesia. Mutu layanan yang dinilai terus membaik dari tahun ke tahun tersebut sangat membantu kelancaran dan kenyamanan para jemaah selama berada di Tanah Suci.
Apresiasi ini disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Arab Saudi dalam mengelola dan melayani jemaah haji Indonesia, yang secara konsisten menjadi salah satu penyumbang jemaah terbesar di dunia setiap musim haji.
“Alhamdulillah, semua pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Saudi kepada seluruh jemaah haji Indonesia kami rasakan ada perbaikan, peningkatan, dan mutu yang lebih baik dari tahun ke tahun,” tegas Muzani.
Refleksi Hubungan Bilateral yang Makin Erat
Muzani secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi. Ia menilai bahwa atensi dan fasilitas maksimal bagi jemaah Indonesia tidak lepas dari arahan kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Menurut Ketua MPR, tren positif dalam penyelenggaraan haji ini menjadi representasi nyata dari hangatnya hubungan diplomatik kedua negara.
- Kemudahan Eksekusi Ibadah: Peningkatan fasilitas operasional dan logistik terbukti mempermudah mobilitas jemaah Indonesia dalam menuntaskan seluruh rangkaian rukun haji.
- Sinergi Antarnegara: “Mudah-mudahan ini (menjadi) bentuk kerja sama yang makin erat antara Pemerintah Saudi Arabia dengan Republik Indonesia,” harap Muzani.
Menteri ESDM Soroti Tambahan Kuota Haji
Senada dengan Ketua MPR, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut juga menyuarakan apresiasinya. Fokus Bahlil tertuju pada kebijakan afirmatif Pemerintah Arab Saudi yang secara rutin memberikan alokasi tambahan kuota haji untuk Indonesia.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Dubes dan Pemerintah Arab Saudi yang secara terus-menerus memberikan kuota penambahan jemaah haji,” ujar Bahlil.
Bagi Indonesia, tambahan kuota haji ini merupakan kebijakan strategis dan krusial yang sangat dinantikan oleh masyarakat, mengingat panjangnya antrean daftar tunggu (waiting list) calon jemaah haji di berbagai daerah di Tanah Air.










