Prabowo Ungkap Pernah Minta BPKP dan PPATK Telusuri Laporan Dugaan Penyelewengan di BGN

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada perwira siswa Sesko TNI dan Sespimti Polri, perwira siswa Sesko AD, AL, AU, dan Sespimmen Polri. Taklimat tersebut diberikan Presiden pada Senin, 25 Mei 2026 di Komplek Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya telah menerima laporan mengenai berbagai kejanggalan dan indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Menindaklanjuti laporan tersebut, Prabowo mengaku langsung meminta pendalaman kepada sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

“Jadi memang sudah berapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, laporan tersebut menyangkut program yang memiliki arti strategis bagi pemerintah karena berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan kesejahteraan generasi mendatang.

Karena itu, ia segera memanggil Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, serta sejumlah pejabat lainnya untuk meminta penelusuran lebih lanjut.

“Jadi saudara-saudara, waktu saya mendapat laporan-laporan itu saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil berapa pejabat lain, saya tanya: Tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara, menyangkut rakyat kita yang sedang perlu bantuan afirmasi, bantuan berpihak,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan sebuah organisasi. Menurut dia, perilaku pimpinan akan memengaruhi kinerja dan integritas lembaga yang dipimpinnya.

“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak bener, tidak kompeten, atau tidak jujur,” kata Prabowo.

Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan instrumen penting yang telah digunakan banyak negara untuk menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Jadi program ini adalah sangat penting. Dan program ini kalau berhasil akan menimbulkan suatu kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita,” ujarnya.

Prabowo mengatakan dampak program tersebut tidak hanya dirasakan penerima manfaat secara langsung, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut dia, keberhasilan MBG dapat menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi petani sehingga mereka memperoleh jaminan penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih baik.

“Dia tidak akan diganggu oleh tengkulak. Dia bisa mendapat suatu jaminan produknya, hasil keringatnya bisa diserap, bisa dibeli, dan dia bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik,” tutur Prabowo.