Dukung NZE dan Ekonomi Hijau, BNI Kembangkan Pembiayaan Berkelanjutan hingga Program UMKM Ramah Lingkungan

Menara BNI (Sumber: BNI)
Menara BNI (Sumber: BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan pembiayaan hijau, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta berbagai program pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan sektor perbankan memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pembiayaan yang bertanggung jawab dan program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Sebagai institusi keuangan nasional, BNI percaya bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus memperkuat berbagai program yang mendukung keberlanjutan serta mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam aksi nyata menjaga bumi,” ujar Okki.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini mengusung tema global #NowForClimate dan tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut menekankan pentingnya aksi nyata dalam menghadapi krisis lingkungan global yang mencakup perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Sejalan dengan target Pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat, BNI menetapkan target NZE untuk emisi Scope 1 dan Scope 2 pada 2028, serta NZE Scope 3, termasuk sektor pembiayaan, pada 2060.

Untuk mencapai target tersebut, BNI memperkuat implementasi prinsip ESG dalam aspek bisnis maupun operasional. Pada sisi bisnis, perseroan menyelaraskan proses penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), khususnya pada sektor energi, konstruksi dan real estat, transportasi dan logistik, serta kehutanan dan perkebunan.

BNI juga memperluas pembiayaan hijau dan pembiayaan transisi melalui skema Sustainability Linked Loan (SLL), serta penerbitan Sustainability Bond yang dilakukan pada 2025.

Di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BNI mendorong praktik usaha ramah lingkungan melalui program Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK) dan BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI). Kedua program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi hijau berorientasi ekspor, sekaligus meningkatkan daya saing produk ramah lingkungan di pasar global.

Pada aspek operasional, BNI menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi melalui efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, hingga pengelolaan limbah berbasis prinsip Zero Waste to Landfill. Saat ini, seluruh limbah operasional di Gedung Kantor Pusat BNI telah diolah melalui proses daur ulang.

Selain itu, BNI juga memperkuat ketahanan lingkungan melalui program pendampingan debitur dalam transisi menuju ekonomi hijau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan advisory playbook pertama di Indonesia untuk sektor perkebunan kelapa sawit. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan debitur dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan menghadapi risiko perubahan iklim.

Di bidang konservasi lingkungan, BNI turut menjalankan program rehabilitasi lahan kritis dan penanaman pohon melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi di kawasan Hutan Organik Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sejak 2018, BNI telah mendukung rehabilitasi lahan seluas 10 hektare dan penanaman 10.000 pohon di kawasan tersebut. Saat ini, area tersebut menjadi habitat sedikitnya 36 jenis pohon dari 23 famili dengan estimasi total 15.691 pohon. Program tersebut juga berkontribusi pada penyerapan karbon sekitar 2.002 ton CO₂e, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan ketersediaan sumber air bagi masyarakat sekitar.

Okki mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi dan kualitas hidup generasi mendatang,” ujarnya.