Prabowo Tegaskan MBG Tetap Jalan Meski Kasus Korupsi Diusut, Hashim: Janji Kampanye Harus Dituntaskan

Presiden Prabowo Subianto saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dipastikan tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski program tersebut tengah menjadi sorotan menyusul penyidikan dugaan korupsi yang sedang dilakukan Kejaksaan Agung. Pemerintah menegaskan komitmen tersebut tidak berubah karena MBG merupakan salah satu janji utama Prabowo kepada masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo. Menurutnya, pemerintah bertekad memastikan program penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil tetap berjalan hingga sasaran yang ditetapkan tercapai.

“Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil,” kata Hashim.

Hashim menegaskan, program tersebut merupakan janji kampanye Prabowo yang akan terus direalisasikan.

“Kita berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi. Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto, tidak akan berhenti, akan dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gagasan MBG sebenarnya telah dirancang sejak sekitar 2006. Program itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus membantu mengatasi persoalan stunting.

Menurut Hashim, komitmen tersebut juga konsisten disampaikan Prabowo dalam setiap kontestasi politik yang diikutinya, mulai saat menjadi calon wakil presiden pada 2009 hingga pencalonan presiden pada 2014, 2019, dan 2024.

“Itu janji kampanye Prabowo Subianto bahwa anak-anak di Indonesia semuanya akan dapat makanan bergizi gratis, supaya kondisi yang sangat-sangat berat, yaitu stunting bisa kita tanggulangi,” katanya.

Meski demikian, Hashim mengakui pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan agar pelaksanaan MBG tetap sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan.

“Program-program dengan tujuan mulia, tapi kalau pelaksanaannya implementasinya itu tidak diawasi dan dibina dengan baik, kita sudah lihat hasilnya bagaimana, ya,” ucap Hashim.

Ia pun meminta kementerian dan lembaga terkait bersama anggota Srikandi Jaga Desa ikut mengawal pelaksanaan MBG agar penggunaan anggaran tetap tepat sasaran dan terhindar dari penyimpangan.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung masih mengusut dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026. Hingga kini, penyidik telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Mereka terdiri atas mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri (AYS), Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) Andri Mulyono, Ketua Pengkajian Ketahanan Pangan Yayasan Indonesia Glory Harimas Sihombing, serta Brigjen Polri Lalu Muhammad Iwan (LMI).