Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7). Rapat tersebut membahas percepatan implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sejumlah menteri mulai tiba di kompleks Istana sekitar pukul 12.00 WIB. Menteri Koperasi Ferry Juliantono membenarkan agenda rapat terbatas tersebut membahas pengembangan Kopdes Merah Putih.
“Koperasi, iya,” kata Ferry kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Selain Ferry, rapat dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengelola Investasi BUMN Donny Oskaria, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh.
Hadir pula para menteri koordinator, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menggelar rapat terbatas mengenai Kopdes Merah Putih pada 15 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan implementasi program tersebut.
Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Minggu (12/7), Prabowo menegaskan seluruh barang bersubsidi pemerintah nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar distribusi lebih tepat sasaran dan mencegah penyimpangan.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” kata Prabowo.
Selain menjadi penyalur barang bersubsidi, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan berfungsi sebagai offtaker untuk menyerap hasil produksi petani dan produsen ketika harga komoditas berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Nomor dua, dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.










