Generasi.co, Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus menjadi penggerak perekonomian desa, bukan sekadar tempat masyarakat menerima berbagai program pemerintah.
Ferry mengatakan Kopdes Merah Putih diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang sudah ada di desa, termasuk menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh di masyarakat.
“Kalau dulu desa hanya dianggap sebatas penerima manfaat saja, alias objek, terima BLT, bansos dan lain-lainnya. Namun kini Pemerintahan Prabowo melihatnya lain, desa ikut menggerakan ekonomi nasional,” kata Ferry saat bertemu Ketua Umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) Tengku Hj Nurliyana Habsjah Sapuan di Kantor Kementerian Koperasi, Selasa (8/9/2026).
Menurut Ferry, Kopdes Merah Putih disiapkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi desa. Koperasi tersebut dapat berperan dalam pengelolaan dan distribusi berbagai komoditas sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal.
Ia menegaskan pembangunan desa perlu mendorong masyarakat menjadi pelaku kegiatan ekonomi produktif. Dengan pendekatan tersebut, desa tidak hanya menjadi lokasi penyaluran bantuan atau program pemerintah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi dari potensi yang dimilikinya.
Ferry juga mengatakan pengembangan UMKM perlu menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa. Kegiatan usaha yang telah berjalan di masyarakat dapat dikembangkan melalui keberadaan Kopdes Merah Putih.
Gagasan tersebut turut dibahas dalam pertemuan Ferry dengan PPEKRAF bersama jajaran Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS). PPEKRAF mendorong Kopdes Merah Putih juga dimanfaatkan untuk pemberdayaan perempuan melalui UMKM dan ekonomi kreatif.
Ketua Umum PPEKRAF Tengku Hj Nurliyana Habsjah Sapuan mengatakan perempuan pelaku usaha di desa membutuhkan akses terhadap pelatihan, pendampingan, pembiayaan, pemasaran, dan pengembangan produk.
“Yang penting bagaimana Kopdes ini bisa menjadi ekosistem yang menghubungkan masyarakat dengan pasar. Jangan sampai UMKM desa berjalan sendiri-sendiri,” ujar Nurliyana.
Menurut Nurliyana, Kopdes Merah Putih dapat menjadi simpul yang mempertemukan pelaku UMKM dengan kebutuhan usaha, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
Ia menilai langkah tersebut dapat membuka peluang bagi produk berbasis potensi lokal, seperti kuliner, fesyen, kerajinan, seni, dan budaya, untuk menjangkau pasar yang lebih luas.










