Ferry Juliantono Dorong Koperasi Perkuat Hilirisasi Sawit

Perkebunan Sawit/Unsplash

Generasi.co, Musi Banyuasin – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi mengambil peran lebih besar dalam hilirisasi kelapa sawit, termasuk membangun dan mengelola pabrik crude palm oil (CPO). Langkah itu dinilai dapat memperkuat posisi tawar petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ferry mengatakan koperasi-koperasi yang masih aktif dan berada di area perkebunan sawit dapat memperkuat rantai pasok industri sawit. Ia juga mendorong koperasi memenuhi kebutuhan minyak goreng dan produk turunannya secara mandiri.

“Koperasi didorong agar dapat mendirikan pabrik-pabrik CPO sendiri sehingga kebutuhan minyak goreng dan produk turunannya dapat dipenuhi secara mandiri oleh koperasi,” ucap Ferry dalam Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” di Kantor Bupati Musi Banyuasin, Selasa (11/8/2026).

Saat ini terdapat 2.587 koperasi di sektor perkebunan yang dinilai menjadi modal untuk memperkuat program hilirisasi sawit berbasis koperasi.

Ferry mengatakan percepatan program tersebut membutuhkan strategi dan instrumen baru untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat. Salah satunya dengan mengonsolidasikan petani sawit dalam wadah badan usaha koperasi.

Ia menyebut terdapat dua model bisnis hilirisasi sawit berbasis koperasi yang dapat ditempuh. Pertama, memperkuat koperasi yang sudah ada. Kedua, mengonsolidasikan koperasi primer melalui badan usaha yang lebih besar.

Menurut Ferry, PT Agrinas Palma Nusantara juga dapat mempercepat program tersebut. Perusahaan itu mendapat mandat pemerintah untuk mengelola lahan sawit hasil sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

“Atas lahan yang sudah diambil alih oleh Satgas PKH dan dititipkan Agrinas Palma untuk dikelola tentu Presiden (Prabowo Subianto) ingin agar pengelolaan lahan tersebut bisa melibatkan masyarakat dan anggota koperasi yang merupakan petani sawit,” kata Ferry.

Ferry optimistis hilirisasi sawit berbasis koperasi dapat berjalan apabila seluruh pemangku kepentingan terlibat, terutama dalam dukungan pembiayaan. Ia menyebut Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dapat dimanfaatkan koperasi perkebunan untuk mengatasi persoalan pembiayaan.

Salah satu contohnya adalah Koperasi Mandiri Makmur yang telah memperoleh pembiayaan dari LPDB untuk memproduksi CPO. Pembangunan fasilitas tersebut saat ini telah mencapai 45 persen.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan perusahaan mendapat penugasan melalui Perpres No. 5/2025 untuk mengelola kebun sawit hasil sitaan dari kawasan hutan yang dibuka secara ilegal.

Menurut Ghani, terdapat 4,1 juta hektare lahan hasil sitaan Satgas PKH yang perlu diarahkan pengelolaannya agar manfaatnya kembali kepada masyarakat, khususnya melalui koperasi.

Dari lahan yang dititipkan kepada Agrinas, terdapat kewajiban mengalokasikan minimal 20 persen sebagai plasma untuk rakyat. Karena itu, koperasi perlu dilibatkan sebagai mitra dalam pengelolaan.

“Kami akan utamakan koperasi di sekitar lahan sebagai vendor pemelihara tanaman, panen, dan kegiatan lainnya. Dengan luasnya area yang kami kelola, koperasi menjadi mitra utama dalam mendukung hilirisasi sawit sekaligus ketahanan pangan,” kata Ghani.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop Panel Barus mengatakan koperasi tidak hanya dapat berperan sebagai pengelola kebun, tetapi juga sebagai pemilik sekaligus pengelola pabrik pengolahan CPO.

“Dengan semakin banyak koperasi yang bergerak dari sektor hulu ke hilir pada produk sawit diharapkan akan mendorong kesejahteraan masyarakat,” ucap Panel.

Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet berharap semakin banyak koperasi mengikuti KUD Sejahtera Banyuasin yang telah membangun pabrik pengolahan CPO.

“Mudah-mudahan ini bisa meyakinkan petani sawit untuk mau berkoperasi dan akan harapan kami ada uluran tangan dari Kemenkop terutama dalam pengembangan koperasi eksisting,” katanya.

Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Wakil Bupati Musi Banyuasin Rohman, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani, serta Forkopimda.