Dasco: Usulan RUU Pemilu Masih Terlalu Dini Disimpulkan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad/Ist.

Generasi.co, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai berbagai usulan perubahan desain pemilu masih terlalu dini untuk disimpulkan atau disepakati karena pembahasan resmi RUU Pemilu di Komisi II DPR RI belum dimulai.

Dasco mengatakan sejumlah opsi yang berkembang, seperti ambang batas parlemen 5 persen, syarat pencalonan presiden dan wakil presiden yang didukung dua partai politik di DPR RI, hingga pemisahan pemilu legislatif dan pemilu presiden, masih menjadi bahan diskusi.

“Sehingga masih terlalu dini kalau menanyakan sistem atau usulan mana yang kemudian akan diakomodir,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Kamis (24/9).

Menurut Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu, pembahasan mengenai desain pemilu masih dinamis. Komisi II DPR RI juga belum membahasnya secara resmi bersama pemerintah.

Dasco mengatakan berbagai pendapat dan opsi yang berkembang akan menjadi bahan dalam pembahasan resmi RUU Pemilu, termasuk masukan dari partai politik nonparlemen.

“Nah, tentunya masukan-masukan, pendapat-pendapat dari masing-masing partai yang ada di parlemen maupun juga kemudian masukan-masukan dari partai nonparlemen akan menjadi masukan bagi Komisi II,” ujarnya.

Sejumlah fraksi DPR RI sebelumnya mulai menyampaikan sikap mengenai substansi RUU Pemilu meski pembahasan di Komisi II belum dimulai. Isu yang berkembang antara lain ambang batas parlemen dan ambang batas pencalonan presiden serta wacana pemisahan pileg dan pilpres.

Komisi II DPR RI disebut akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu sebelum masa sidang berakhir atau menjelang masa reses anggota DPR pada pekan depan.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP Aria Bima mengatakan pimpinan telah memberikan instruksi agar pembahasan RUU Pemilu segera dimulai.

“Komisi II info dari pimpinan akan segera kita putuskan Panja di akhir masa persidangan ini,” kata Aria Bima di Kompleks Parlemen, Selasa (22/9).