Ahmad Muzani Sebut Silaturahmi Menteri ke Jokowi Bentuk Penghormatan, Tak Ganggu Kepemimpinan Prabowo

Foto: Ketua MPR RI sekaligus Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menghadiri acara Lampung Bersalawat dan Buka Bersama, Selasa (18/3/2025).
Foto: Ketua MPR RI sekaligus Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menghadiri acara Lampung Bersalawat dan Buka Bersama, Selasa (18/3/2025).

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut silaturahmi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediaman Jokowi sebagai bentuk penghormatan, bukan ancaman bagi pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, merespons santai isu seputar kunjungan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Solo.

Ahmad Muzani menilai pertemuan itu sebagai bagian dari tata krama dan tradisi Lebaran, bukan sebagai manuver politik yang berpotensi mengganggu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya kira itu hal yang sangat lumrah. Para menteri yang dulu pernah menjadi anak buah Pak Jokowi tentu memiliki penghormatan, terlebih dalam suasana Lebaran.”

“Ini soal etika dan budaya bangsa,” ujar Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Kunjungan Menteri Dinilai Bagian dari Tradisi dan Etika

Muzani menekankan bahwa kunjungan para menteri ke kediaman mantan presiden adalah hal yang wajar dan layak diapresiasi.

Menurutnya, hal tersebut tidak harus dimaknai secara politis karena dalam tradisi Indonesia, silaturahmi pada saat Idulfitri merupakan momen mempererat hubungan dan menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

“Presiden Prabowo Subianto memahami hal itu. Beliau tidak merasa terganggu atau menanggapi secara negatif kunjungan para menterinya ke Pak Jokowi,” tambahnya.

Ia pun memastikan bahwa jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih solid dan memiliki komitmen kuat untuk mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo, terlepas dari isu politik yang berkembang di masyarakat.

Menanggapi Isu ‘Matahari Kembar’ yang Dilemparkan PKS

Pernyataan Muzani ini muncul menanggapi komentar dari politikus PKS, Mardani Ali Sera, yang mengingatkan potensi munculnya “matahari kembar” dalam dinamika pemerintahan, menyusul ramainya kunjungan sejumlah menteri ke kediaman Jokowi.

“Silaturahmi itu baik, tetapi jangan sampai ada dua pusat kekuasaan yang membingungkan. Presiden kita adalah Pak Prabowo, dan itu harus menjadi satu-satunya arah komando,” kata Mardani pada Jumat (11/4).

Menanggapi hal tersebut, Muzani menilai kekhawatiran soal “matahari kembar” sebagai opini politik yang berlebihan dan tidak berdasar.

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah satu-satunya pemimpin pemerintahan saat ini, dan semua menteri memahami garis komando itu dengan jelas.

“Presiden Prabowo adalah tokoh yang kuat, tegas, dan dihormati oleh seluruh jajaran pemerintahannya. Kunjungan ke Pak Jokowi tidak mengubah loyalitas dan fokus kerja para menteri,” tegas Muzani.

Gerindra Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersatu

Muzani juga menegaskan bahwa Partai Gerindra sebagai partai utama pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, tetap berkomitmen menjaga soliditas internal dan harmonisasi antarpartai koalisi.

Muzani menolak anggapan bahwa ada perpecahan di internal kabinet atau bahwa silaturahmi tersebut merupakan sinyal politik terselubung.

“Kami tidak membaca itu sebagai simbol dualisme. Justru kami melihatnya sebagai simbol kedewasaan dalam berpolitik. Tradisi Lebaran adalah momen menyambung tali silaturahmi, bukan memecah belah,” ujarnya.

(BAS/Red)