Prabowo dan PM Thailand Sepakat Tingkatkan Kemitraan di 3 Sektor Ini

Prabowo Subianto dan PM Thailand Paethongtarn Shinawatra (Sumber: Instagram @presidenrepublikindonesia)
Prabowo Subianto dan PM Thailand Paethongtarn Shinawatra (Sumber: Instagram @presidenrepublikindonesia)

Presiden Prabowo dan PM Thailand Paetongtarn sepakati peningkatan hubungan Indonesia–Thailand menjadi Kemitraan Strategis, perkuat kerja sama di bidang keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Generasi.co, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyepakati peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand ke tingkat Kemitraan Strategis.

Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan resmi Prabowo ke Bangkok pada Senin, 19 Mei 2025, sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Indonesia dan Thailand bertekad memperluas dan memperdalam kerja sama di berbagai sektor, seperti keamanan, ekonomi, ketahanan pangan, pariwisata, pendidikan, serta hubungan antarmasyarakat.

Melansir rilis resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, keduan negara menegaskan kembali pentingnya forum dan mekanisme bilateral yang selama ini sudah ada, seperti Komisi Gabungan, Dialog Keamanan, dan Komite Tingkat Tinggi. Ketiganya berkomitmen untuk terus memanfaatkan platform-platform tersebut guna memperkuat sinergi di level kebijakan maupun teknis.

Tiga area utama kerja sama menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Di bidang politik dan keamanan, Indonesia dan Thailand sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi ancaman lintas negara, termasuk kejahatan siber, serta mempererat hubungan antar-lembaga pertahanan dan industri strategis.

Sementara itu, di sektor ekonomi, kedua negara mendorong peningkatan arus perdagangan dan investasi. Komite Perdagangan Gabungan (JTC) dijadwalkan akan digelar pertama kalinya di Thailand tahun ini sebagai wujud komitmen tersebut. Selain itu, agenda ekonomi juga mencakup kerja sama dalam ketahanan pangan, industri halal, energi berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi digital dan hijau.

Dalam aspek sosial dan budaya, kedua negara akan memperkuat program pertukaran pelajar dan akademisi, kerja sama dalam riset dan teknologi, serta pengembangan sektor kesehatan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Hubungan masyarakat kedua negara pun akan diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan antarsesama warga.

Baik Indonesia maupun Thailand juga menunjukkan komitmen kuat terhadap ASEAN. Mereka sepakat untuk terus menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN dalam menjaga stabilitas dan pembangunan kawasan. Dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu, kedua pemimpin menyerukan penguatan pasar internal ASEAN dan peningkatan kerja sama dengan mitra eksternal.

Lebih jauh, koordinasi di forum internasional seperti PBB, APEC, BRICS, OECD, dan Gerakan Non-Blok dinilai penting untuk merespons isu-isu strategis global yang menjadi perhatian bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Thailand kepada delegasi Indonesia, serta mengundang PM Paetongtarn untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia dalam waktu yang akan ditentukan kemudian.

(BAS/Red)