Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara, Prabowo: Kekayaan Dikeruk, Uangnya Tak Pernah Kembali ke RI!

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan denda administratif sebesar Rp10.270.051.886.464 dan lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Jakarta, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam kepada para pengusaha dan eksportir komoditas andalan seperti kelapa sawit, batu bara, timah, hingga emas. Prabowo menyentil keras kebiasaan para eksportir yang mengeruk hasil bumi Nusantara, namun justru menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) mereka di bank-bank luar negeri.

Kritik tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam agenda Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu.

Negara Rugi, Hasil Bumi Hanya Habis Dijual

Kepala Negara menegaskan bahwa dana triliunan rupiah dari hasil ekspor sangat krusial untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Praktik “parkir” dolar di luar negeri dinilai hanya menguras kekayaan alam tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara.

“Tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Semuanya diekspor, tapi hasilnya tidak pernah kembali ke dalam negeri,” sentil Prabowo di hadapan para hadirin.

Sebagai langkah perlawanan terhadap praktik tersebut, pemerintah telah menerbitkan regulasi tegas, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Kewajiban Penyimpanan Devisa Hasil Ekspor SDA di Dalam Negeri. Selain wajib simpan DHE, pemerintah juga terus memacu kebijakan hilirisasi agar komoditas mentah diolah terlebih dahulu sebelum diekspor.

Bikin Dunia Kaget Tanpa Harus Sombong

Prabowo berjanji akan terus menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat melalui tindakan nyata, termasuk mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk kecurangan dalam sektor sumber daya alam. Ia menargetkan kebangkitan ekonomi yang masif pada tahun depan.

“Kita akan buktikan ke rakyat sampai tahun depan, saya kira dunia akan kaget melihat bangkitnya bangsa Indonesia. Tapi kita jangan euforia, tidak boleh sombong. Ilmu nenek moyang kita, semakin berisi semakin menunduk,” pesannya.

Presiden juga menyerukan agar seluruh jajaran pemerintah dan penegak hukum tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun. “Jangan takut diancam, jangan takut dihina, jangan takut difitnah. Kita ditakuti karena kita menegakkan kebenaran dan keadilan,” pungkasnya.

Jejak Raksasa Nilai Ekspor Komoditas RI (2024–2025)

Berdasarkan data penelusuran statistik ekspor nasional, komoditas yang disentil Presiden memang mencatatkan perputaran uang yang sangat masif setiap tahunnya:

Sektor KomoditasKinerja Ekspor 2024Kinerja Ekspor 2025Persentase Pertumbuhan
Kelapa Sawit NasionalUSD 27,76 MiliarUSD 35,87 Miliar (± Rp590 Triliun)Naik 29,23%
Batu Bara (Nilai)USD 30,49 MiliarUSD 24,48 Miliar (± Rp409-411 Triliun)Turun 19,7%
Batu Bara (Volume)405,5 Juta Ton390,9 Juta TonTurun 3,6%