Jakarta, Generasi.co — Pemerintah menginstruksikan agar kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) benar-benar memberikan dampak langsung pada daya beli masyarakat. Koperasi dituntut untuk bisa memangkas rantai pasok ekonomi yang selama ini merugikan rakyat dan membuat harga melambung tinggi.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Koperasi Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (13/5/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, seluruh Kepala Dinas Koperasi se-Indonesia, serta perwakilan lintas kementerian dan lembaga.
Operasional Nyata Lebih Penting dari Sekadar Papan Nama
Menkop Ferry kembali menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam menyukseskan pembentukan kelembagaan KDKMP, yang merupakan mandat langsung dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Namun, ia memberikan peringatan keras agar program ini tidak berhenti pada seremonial kelembagaan semata.
“Keberhasilan KDKMP tidak hanya dilihat dari terbentuknya kelembagaan semata. Yang paling penting adalah memastikan operasionalisasi berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Ferry di hadapan jajaran Dinas Koperasi se-Indonesia.
Misi Utama: Jual Murah dan Selamatkan Ekonomi Rakyat
Ferry menititikberatkan pada tiga misi operasional utama yang harus segera dieksekusi oleh pengurus KDKMP di seluruh penjuru Tanah Air. Koperasi tidak boleh kalah bersaing dengan tengkulak maupun praktik ekonomi kapitalis di tingkat desa.
Menurutnya, koperasi harus hadir sebagai stabilisator harga dan pelindung ekonomi warga.
“Koperasi harus mampu memastikan produk dijual lebih murah, memotong mata rantai produksi yang panjang, serta menyelamatkan masyarakat dari praktik ekonomi yang merugikan,” pungkasnya.










