Lestari Moerdijat Dorong Konsistensi Kebijakan untuk Tingkatkan Literasi Sains Pelajar Indonesia

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Sumber: mpr.go.id)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Sumber: mpr.go.id)

Lestari Moerdijat dorong konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor guna tingkatkan literasi sains dan daya saing pelajar Indonesia di masa depan.

Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya konsistensi dalam kebijakan pendidikan serta komitmen politik dari berbagai pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan literasi di kalangan pelajar. Langkah ini dinilai krusial dalam membentuk generasi bangsa yang mampu bersaing secara global.

“Upaya peningkatan literasi peserta didik butuh waktu dan konsistensi, sehingga memerlukan dukungan semua pihak untuk menerapkan kebijakan dan sistem pendidikan yang berkesinambungan,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Selasa (29/7/2025).

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menggarisbawahi urgensi pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) sejak usia dini. Menurutnya, pendekatan ini merupakan fondasi penting untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam gelaran The 8th Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegians in Japan (ASSIGN) yang diadakan oleh PPI Jepang di University of Tokyo, kampus Bunkyo, Senin (28/7).

Data Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan sejak pertama kali mengikuti program ini pada tahun 2000, skor literasi sains pelajar Indonesia secara konsisten berada di bawah rata-rata negara anggota OECD.

Skor Indonesia pada 2000 tercatat 393, jauh di bawah rata-rata OECD yang sebesar 500. Meskipun sempat naik menjadi 403 pada 2015, skor tersebut kembali turun menjadi 366 pada PISA 2022—salah satu yang terendah dalam sejarah partisipasi Indonesia.

Lestari menyayangkan tren tersebut dan menilai bahwa hasil ini mencerminkan kurangnya kesinambungan dalam upaya meningkatkan literasi sains di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa bila pemerintah memang serius menghadapi tantangan di bidang sains dan teknologi, maka penguatan literasi di bidang STEM harus menjadi prioritas.

Rerie—sapaan akrab Lestari—yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah, menambahkan keseriusan tersebut perlu diwujudkan melalui sistem pendidikan yang mendukung tercapainya target kompetensi sains masa depan.

Ia juga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat menjalin sinergi guna menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi setiap anak bangsa. Dengan demikian, akan lahir sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing tinggi di era global.

Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Lestari turut mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan visioner demi masa depan bangsa yang lebih baik.

(mpr.go.id)