Dedi Iskandar nilai Sidang MPR 2025 sarat semangat persatuan dan tegaskan pentingnya pemberantasan KKN sebagai amanat reformasi.
Generasi.co, Jakarta – Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI Dedi Iskandar Batubara menilai Sidang Tahunan MPR RI 2025 berlangsung baik dan mencerminkan semangat kebangsaan yang kuat. Ia menyoroti pentingnya momentum ini untuk memperkuat komitmen nasional dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Dalam pernyataannya usai menghadiri sidang di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Dedi secara khusus mengapresiasi pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang menggarisbawahi urgensi pemberantasan KKN sebagai bagian dari amanat reformasi.
“Pemberantasannya menjadi semangat utama reformasi. Jadi, wajar dan sangat penting untuk terus memerangi perilaku-perilaku tersebut,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/8/2025).
Dedi juga menanggapi pidato Ketua DPR RI Puan Maharani yang mengkritik praktik ‘serakahnomics’ sebagai salah satu pintu masuk menuju KKN. Menurutnya, kritik ini relevan mengingat semangat reformasi sejak 1998 memang dibangun atas dasar penolakan terhadap praktik-praktik penyimpangan kekuasaan yang merugikan rakyat.
Ia menekankan amanat TAP MPR No. XI/MPR/1998 dan TAP MPR No. VIII/MPR/2001 masih menjadi landasan kuat dalam perjuangan memberantas KKN secara konsisten.
Evaluasi Terhadap Sistem dan Kepemimpinan Baru
Berbeda dengan Sidang Tahunan tahun lalu, Dedi melihat dua elemen kunci yang menjadi perhatian dalam Sidang 2025, yaitu arah sistem pemerintahan dan figur kepemimpinan.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memulai kepemimpinannya dengan pendekatan sosial-demokrat, mengusung nilai-nilai ekonomi Pancasila, serta politik non-blok yang netral di tengah dinamika global.
Namun, Dedi menilai implementasi visi tersebut masih membutuhkan penguatan regulasi, khususnya dalam aspek pengelolaan sumber daya alam seperti tambang, hutan, dan perkebunan.
“Tugas kita di parlemen adalah melakukan checks and balances. Kita memastikan semua instrumen yang dibangun pemerintah berjalan sesuai jalurnya,” jelas Dedi.
Apresiasi terhadap Capaian Pemerintah
Dedi juga menyampaikan apresiasi atas laporan kinerja Presiden Prabowo, terutama pada delapan bulan pertama masa pemerintahan yang menunjukkan berbagai langkah konkret seperti:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Inisiatif Sekolah Rakyat
- Penanganan korupsi yang terus ditingkatkan
Menurutnya, capaian-capaian tersebut merupakan langkah positif awal yang perlu terus diperkuat di tahun-tahun mendatang.
“Pak Presiden Prabowo Subianto berupaya membangun semangat kita untuk bangkit dari berbagai beban dengan mengorkestrasi semua instrumen tanpa membeda-bedakan, semuanya dibangun dalam semangat persatuan,” ujarnya.
Dedi menekankan semangat persatuan yang tercermin dalam sidang tahunan kali ini harus menjadi modal utama bangsa dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia berharap setiap kebijakan publik, baik di tingkat pusat maupun daerah, dijalankan dengan integritas tinggi dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa melalui pemberantasan KKN, penguatan regulasi, dan pembangunan yang inklusif, Indonesia dapat menjaga arah reformasi dan mewujudkan tujuan konstitusional untuk kesejahteraan bersama.










