Dasco hingga Prasetyo Hadi Lepas Prabowo Lawatan ke Jepang, AS, Kanada, dan Belanda

Presiden Prabowo Lawatan ke Jepang hingga AS (Sumber: Sekretariat Negara)
Presiden Prabowo Lawatan ke Jepang hingga AS (Sumber: Sekretariat Negara)

Presiden Prabowo memulai kunjungan kenegaraan ke Jepang, AS, Kanada, dan Belanda untuk hadiri World Expo, Sidang PBB, dan teken kerja sama internasional.

Generasi.co, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi memulai rangkaian kunjungan kenegaraan ke empat negara yakni Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Ia bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (19/9/2025) malam sekitar pukul 23.10 WIB, didampingi rombongan terbatas.

Keberangkatan Presiden turut dilepas sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Jepang menjadi tujuan pertama dalam rangkaian kunjungan ini. Di Osaka, Prabowo dijadwalkan menghadiri acara pembukaan Paviliun Indonesia dalam ajang World Expo 2025.

Setelah dari Jepang, Presiden akan melanjutkan perjalanan ke New York, Amerika Serikat. Di sana, ia akan menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dijadwalkan sebagai pembicara ketiga, setelah Presiden Brazil dan Presiden Amerika Serikat.

Lawatan berikutnya akan berlangsung di Ottawa, Kanada. Di negara tersebut, Prabowo direncanakan menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kanada di berbagai sektor strategis.

Sebagai penutup kunjungan, Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Belanda. Ia dijadwalkan menghadiri berbagai agenda kenegaraan di sana, termasuk membahas peningkatan hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan internasional Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, dengan fokus pada diplomasi ekonomi, kerja sama multilateral, dan penguatan posisi Indonesia di forum global.

(BAS/Red)