Jakarta, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, menyampaikan sebuah refleksi emosional sekaligus deklarasi taktis terkait mandat berat yang kini diembannya di sektor pangan nasional. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono membeberkan rekam jejak panjangnya mendampingi Presiden Prabowo Subianto, yang ia nilai sebagai mentor utama dalam urusan ketahanan dan sifat pantang menyerah.
Bagi Sudaryono, perjalanan mendampingi sosok “Bapak” (Prabowo) melewati berbagai fase penolakan dan kekalahan politik hingga akhirnya memegang tampuk kepemimpinan negara, adalah sebuah pelajaran mahal tentang konsistensi.
“Menemani perjalanan panjang Bapak bertahun-tahun mengajari saya arti keras kepala. Beliau jatuh, terluka, bangkit, lalu berjalan lagi menembus rupa-rupa penolakan. Tidak pernah ada kata menyerah dalam kamus beliau jika urusannya menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkap Sudaryono membedah mentalitas petarung sang Presiden.
Pantang Bikin Perjuangan ‘Sang Jenderal’ Sia-sia
Wamentan menegaskan, setelah bertahun-tahun Prabowo meminta satu kesempatan kepada rakyat untuk mewujudkan impian besarnya, momentum itu kini telah tiba. Kepercayaan telah diberikan secara penuh oleh rakyat Indonesia.
Sebagai salah satu prajurit terdepan di kabinet, Sudaryono menyatakan kesiapannya pasang badan. Ia menyadari bahwa tugasnya kini adalah mengeksekusi visi besar Prabowo, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung pertahanan negara.
“Kini waktu itu tiba. Kepercayaan telah diberikan. Sebagai bawahan, tugas saya sekarang memikul beban ini. Memastikan sektor pertanian berdaulat, mandiri, dan mampu menyokong kebutuhan bangsa,” urainya tegas.
Sudaryono memberikan garansi bahwa dirinya tidak akan membiarkan ketahanan dan perjuangan panjang Prabowo berujung sia-sia hanya karena kegagalan di tingkat eksekusi. Ia mengajak seluruh elemen untuk bergotong royong menyelesaikan misi swasembada ini hingga tuntas.
Menutup refleksinya, Sudaryono melontarkan sebuah prinsip kuat tentang daya tahan dalam setiap pertarungan.
“Pantang membuat ketahanan panjang beliau berujung sia-sia. Kita kerjakan sama-sama sampai tuntas. Menang selalu menuntut daya tahan. Aku jatuh, bangkit lagi,” pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa Kementerian Pertanian di bawah komando pemerintahan baru akan bergerak agresif tanpa kompromi demi memastikan kedaulatan pangan nasional segera terwujud.










