BNI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp195,7 Triliun hingga Juni 2026

BNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali/Ist.

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp195,7 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut setara 20,5 persen dari total kredit perseroan.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mendorong kegiatan usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Sejalan dengan salah satu misi BNI untuk menjadi mitra strategis dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, BNI memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya dilakukan secara produktif dan bertanggung jawab, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Paolo dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Dari total pembiayaan berkelanjutan tersebut, pembiayaan hijau BNI mencapai Rp75,4 triliun.

BNI juga menyalurkan Sustainability-Linked Loan (SLL) sebesar 279 juta dolar AS atau sekitar Rp4,9 triliun kepada enam debitur. Pembiayaan tersebut mencakup debitur dari sektor manufaktur semen, kemasan, hingga petrokimia.

Selain pembiayaan, BNI menyatakan kontribusinya terhadap perekonomian nasional dilakukan melalui penghubungan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global. Perseroan memanfaatkan jaringan kantor luar negeri untuk membantu pelaku usaha memperluas bisnis dan perdagangan sekaligus membuka akses investasi asing.

Kontribusi BNI terhadap penerimaan negara juga berasal dari pembayaran dividen dan pajak. Paolo mengatakan penerimaan tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan pemerintah untuk pembangunan dan program kesejahteraan masyarakat.

“Selain melalui aktivitas intermediasi dan pembiayaan, BNI turut memberikan kontribusi langsung terhadap penerimaan anggaran melalui pembayaran dividen dan pajak,” kata Paolo.

Paolo menegaskan pertumbuhan bisnis BNI ke depan tetap diarahkan untuk menciptakan nilai yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.