BRI Jadi Bank dengan Laba Terbesar Semester I 2026, Capai Rp31,2 T

Tiket Umum Sold Out dalam Satu Jam, BRI Hadirkan Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra Lewat BRImo/Ist.

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan laba bersih terbesar di antara lima bank dengan kinerja laba tertinggi pada semester I 2026. Laba bersih BRI mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Laba tersebut meningkat dibandingkan semester I 2025 yang tercatat Rp26,53 triliun. Pertumbuhan laba ditopang ekspansi bisnis dan perbaikan fundamental perseroan.

“Pada akhirnya, kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut menghasilkan laba bersih BRI Rp31,2 triliun tumbuh sebesar 17,5 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal II 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Hingga semester I 2026, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy. Penyaluran kredit juga meningkat 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.

Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh 8,6 persen dan menyumbang 75,1 persen terhadap total kredit BRI.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross BRI tercatat 3,15 persen pada Juni 2026. Angka tersebut membaik dibandingkan 3,23 persen pada Juni 2025.

Sementara NPL net BRI berada di level 1,04 persen.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) meningkat 9,9 persen menjadi Rp80,5 triliun dari Rp73,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pre-provisioned operating profit (PPOP) BRI juga tumbuh 12,8 persen menjadi Rp65,7 triliun.

Efisiensi pendanaan turut membaik. Cost of fund BRI turun dari 3 persen pada kuartal II 2025 menjadi 2,4 persen pada kuartal II 2026.

Setelah BRI, Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp30,4 triliun pada semester I 2026. Laba tersebut tumbuh 24,2 persen yoy dari Rp24,5 triliun pada semester I 2025.

BCA berada di posisi ketiga dengan laba bersih Rp29,5 triliun, tumbuh 1,72 persen yoy. Selanjutnya, BNI membukukan laba Rp10,8 triliun atau tumbuh 6,33 persen yoy.

Posisi kelima ditempati Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan laba bersih Rp4,16 triliun atau tumbuh 11,08 persen yoy.

Dengan demikian, tiga bank BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, dan BNI, serta BSI sebagai bank syariah milik BUMN, masuk dalam lima besar bank dengan laba bersih terbesar pada semester I 2026.